428 Siswa-Siswa Darul Hikam Ikuti Wisuda
Sebanyak 428 siswa-siswa Darul Hikam mengikuti prosesi Tasyakur Binni'mah dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas Akhir Perguruan Darul Hikam Tahun
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 428 siswa-siswa Darul Hikam mengikuti prosesi Tasyakur Binni'mah dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas Akhir Perguruan Darul Hikam Tahun Ajaran 2021-2022 di Pusdai Kota Bandung.
Acara tersebut dilaksanakan secara offline full, meski 4 orang yang tidak hadir. Mereka terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Primary, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menegah Atas (SMA), dan Secondary.
Dia mengaku, siswa-siswi maupun para orang tua siswa sangat antusias menyambut pelepasan siswa kelas akhir perguruan Darul Hikam yang digelar secara offline.
"Karena selama 2 tahun terakhir ini kami laksanakan secara online lantaran pandemi Covid-19," ujarnya.
Dia berharap, siswa-siswi lulusan Darul Hikam bisa melanjutkan sekolah jenjang berikutnya. Mungkin dari SD, bisa jadi ke SMP Darul Hikam dan seterusnya.
"Kita harapannya anak-anak bisa mengambil ilmu-ilmu yang ada di sekolah walapun online, mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru," imbuhnya.
Direktur Perguruan Darul Hikam Ruri B Ramadhanti mengatakan, bahwa sekolah Darul Hikam mereka tetap memiliki ahlak yang mulia dan ahlak takwa seperti ditanamkan di Darul Hikam, kemudian etos kerja dan etos belajar.
"Karena kami membentuk tidak mudah selama 3 tahun, mudah-mudahan ketika mereka melanjutkan ke srkolah yang lebih tinggi, bisa menjadi landasan mereka untuk tetap produktif," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Darul Hikam Sodik Mujahid menambahkan, hal ini sebagai wujud pertanggungjawaban kepada orang tua, sekaligus juga sebagai media evaluasi terhadap proses-proses pendidikan, dan mengajak orang tua untuk bersinergi dalam pengembangan Darul Hikam.
"Insya Allah di kota Bandung akan membuka lagi cabang, dan sekarang lagi menjajaki di Bali, Batam dan Pekan Baru.
Kami bersinergi dengan orang tua, bukan hanya sekolah di Darul Hikam, tapi ayo bersinergi yang ada dana digunakan untuk pendidikan. Mungkin tidak dapat untung, tapi minimal uangnya tidak hangus," papar Sodik.
Dia menegaskan, bahwa mungkin Darul Hikam berbeda dengan yayasan lainnya, terutama yang baru sekarang bahwa pengarus, tidak mendapatkan gaji apalagi yang lebih, uang lebih itu diserahkan kepada kegiatan pendidikan lagi.
"Karena kita realistis perlu dana pendidikan, maka kita mencari tanda petik investor-investor sosial. Satu hal bahwa, satu tidak mendapatkan keuntungan," imbuhnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

