INILAH, Bandung – Sebanyak 551 lulusan Universitas Winaya Mukti (Unwim) diwisuda menjadi sarjana dan magister, di Gedung Pusdai Kota Bandung, Kamis (20/12/2018).
Rektor Universitas Winaya Mukti Ai Komariah mengatakan, dari 551 wisudawan tersebut terdiri atas 247 dari program magister dan 304 dari program sarjana. "Saya ucapkan selamat kepada wisudawan yang hari ini dilantik menjadi magister dan sarjana," kata Ai dalam sambutannya.
Ai berharap, semua lulusan Universitas Winaya Mukti bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang sekarang sudah menginjak teknologi 4.0.
Ai juga mengingatkan, di dunia usaha, para lulusan Universitas Winaya Mukti harus cermat, semangat dan tidak mudah putus asa. "Mahasiswa yang selama ini berpikir hanya di ruang lingkup kampus, maka nanti harus lebih inovatif. Agar bisa menyesuaikan diri dengan pembangunan teknologi," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengingatkan perkembangan teknologi 4.0 merupakan tantangan yang harus dijawab. "Orang-orang yang harus bisa menjawab tantangan ini adalah, para lulusan baru universitas, yang masih memiliki semangat dan inovasi yang baru," ujar Iwa, yang ditemui dalam Wisuda ke- 41 Universitas Winaya Mukti.
Iwa mengatakan, anak muda sekarang harus bisa membekali dirinya setidaknya dengan dua kemampuan, yaitu dibidang komputer dan bahasa, terutama bahasa Inggris.
"Karena banyak literatur yang dibuat dalam bahasa Inggris. Sehingga untuk menambah pengetahuan, sangat penting menguasai Bahasa Inggris," papar Iwa.
Selain itu, lanjut Iwa, yang tidak kalah penting adalah adanya networking. "Sepintar dan sehebat apapun seseorang, tanpa networking tidak akan berarti banyak," katanya.
Kepada para lulusan Universitas Winaya Mukti, Iwa berharap, bisa membuka peluang kerja bukan hanya mencari pekerjaan."Banyak sekali lapangan pekerjaan yang bisa digali oleh para lulusan Universitas Winaya Mukti, terutama di bidang Agrobisnis dan Agribisnis. karena di sini ada falkultas pertanian dan peternakan," bebernya.
Iwa menyebutkan beberapa peluang yang bisa digarap adalah Kebun Manggis di Tasik, Gedong Gincu dan untuk peternakan ada ayam dan sapi. "Asalkan rajin dan serius, pasti akan bisa digarap," katanya.