57 Siswa-siswi SMPN 49 Kota Bandung Divaksin Tahap Pertama

Salah satu upaya pemerintah mengurangi learning loss pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 yakni dengan melakukan PTM terbatas.

57 Siswa-siswi SMPN 49 Kota Bandung Divaksin Tahap Pertama

INILAHKORAN, Bandung - Salah satu upaya pemerintah mengurangi learning loss pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 yakni dengan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Kendati begitu, salah satu syarat PTMT dilakukan itu harus divaksin terlebih dulu. Mulai dari tenaga pengajar, peserta didik, hingga tenaga kerja bidang lainnya. Salah satu sekolah yang mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut yaitu SMPN 49 Kota Bandung.

"Sebanyak 57 orang siswa-siswi SMPN 49 Kota Bandung melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Sebetulnya vaksinasi ini dilakukan oleh Puskesmas Antapani untuk memberikan layanan vaksinasi bagi anak-anak sekolah," papar Kepala SMPN 49 Kota Bandung Nita Hidawati, Kamis 21 Oktober 2021.

Baca Juga: Temuan Kasus di Atas 5 Persen, Satu Sekolah yang Melaksanakan PTM Dihentikan

Dia mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan penjagaan bagi siswa-siswi. Sehingga mereka bisa mengikuti PTMT dengan nyaman. Sebab, mereka akan berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Selain itu, yang divaksin dari semua tingkatan, mulai dari kelas VII, VIII dan IX yang belum terlayani, baik di wilayahnya, maupun di tempat-tempat yang menyediakan vaksin.

"Kalau kita ingin menyapu ranjau sapu bersih lah," singkatnya.

Baca Juga: Siswa Positif Covid-19, Disdik Depok Hentikan PTM Terbatas di SMPN 10

Kendati begitu, kata dia, pihak sekolah tidak bisa memaksa siswa-siswinya untuk divaksin. Sebab, hal ini kewenangan dari pihak orangtua siswa.

"Kita hanya mengumpulkan yang tersisa, tapi yang tersisa itu masih ada juga yang harus di edukasi terkait dengan keenganan untuk divaksin, sehingga setidaknya tidak mengizinkan anak-anaknya untuk tidak divaksin. Itu kan urusannya pada persepsi orangtua, dari pola pikir orangtua," paparnya.***(okky adiana)


Editor : inilahkoran