7 Tradisi Unik Sambut Ramadhan di Indonesia: Dari Mungguhan Hingga Megibung
berikut adalah 7 tradisi menyambut bulan puasa yang paling populer di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ramadhan 2026 sudah di depan mata! Di Indonesia, datangnya bulan suci tidak hanya disambut dengan kesiapan batin, tetapi juga dengan deretan tradisi turun-temurun yang kental dengan nilai kekeluargaan dan spiritualitas.
Setiap daerah memiliki cara unik untuk mengekspresikan rasa syukur.
Mulai dari makan bersama hingga ritual penyucian diri, berikut adalah 7 tradisi menyambut bulan puasa yang paling populer di tanah air:
1. Mungguhan: Hangatnya Kebersamaan ala Masyarakat Sunda
Bagi masyarakat Jawa Barat, Mungguhan adalah momen yang paling dinanti. tradisi ini biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum puasa dengan berkumpul bersama keluarga besar atau tetangga.
Kegiatannya mulai dari makan bersama (botram), saling memaafkan, hingga doa bersama. Mungguhan menjadi simbol kesiapan diri memasuki bulan suci dengan hati yang bersih dan hubungan yang harmonis.
2. Padusan: Ritual Penyucian Diri di Mata Air Suci
Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ada tradisi Padusan. Berasal dari kata adus (mandi), warga akan mendatangi sumber mata air alami atau umbul untuk berendam. Secara filosofis, Padusan adalah simbol pembersihan lahir dan batin agar seseorang siap menjalani ibadah puasa dalam keadaan suci.
3. Nyadran: Menghormati Leluhur Lewat Ziarah Kubur
Nyadran adalah tradisi ziarah ke makam keluarga yang banyak dilakukan di pulau Jawa. Selain membersihkan nisan dan menabur bunga, masyarakat juga melakukan doa bersama dan terkadang makan kenduri di area sekitar makam. tradisi ini menjadi pengingat akan asal-usul dan bekal kehidupan di akhirat.
4. Nyorog: Simbol Penghormatan Warga Betawi
Masyarakat Betawi punya cara manis untuk menyambung silaturahmi, yaitu Nyorog. tradisi ini dilakukan dengan membagikan bingkisan makanan atau bahan pangan mentah kepada anggota keluarga yang lebih tua atau tokoh masyarakat. Nyorog adalah tanda bakti dan penghormatan kepada orang tua sebelum memasuki bulan penuh berkah.
5. Meugang: Pesta Daging di Tanah Rencong
Di Aceh, persiapan Ramadan tidak lengkap tanpa Meugang. tradisi ini identik dengan memasak daging sapi atau kerbau dalam porsi besar untuk dinikmati bersama keluarga atau dibagikan kepada anak yatim dan fakir miskin. Meugang adalah bentuk rasa syukur yang luar biasa atas dipertemukannya kembali dengan bulan Ramadan.
6. Malamang: Aroma Ketan Bambu yang Menggoda
Bergeser ke Sumatera Barat, warga Minangkabau melakukan tradisi Malamang atau membuat Lamang (ketan dalam bambu). Proses memasak yang memakan waktu lama ini dilakukan secara gotong royong. Lamang yang sudah matang biasanya diantarkan ke rumah mertua atau sanak saudara sebagai hantaran silaturahmi.
7. Megibung: Makan Bersama dalam Satu Nampan
Di Bali, khususnya bagi komunitas Muslim di Karangasem, terdapat tradisi Megibung. Ini adalah momen makan bersama di mana satu kelompok (biasanya 5-8 orang) duduk melingkar dan menyantap makanan dari satu nampan besar yang sama. Megibung mengajarkan tentang kesetaraan dan kebersamaan tanpa memandang kasta atau status sosial.
Editor : Firda Rachmawati

