80 Anak Ikuti Khitanan Massal Pemkot Tasikmalaya, IDI Siap Tambah Peserta Tahun Depan

Sebanyak 80 anak mengikuti khitanan massal Pemkot Tasikmalaya bersama IDI, Baznas, dan Bank BJB. IDI membuka peluang menambah peserta tahun depan.

80 Anak Ikuti Khitanan Massal Pemkot Tasikmalaya, IDI Siap Tambah Peserta Tahun Depan
Sebanyak 80 anak mengikuti khitanan massal Pemkot Tasikmalaya bersama IDI, Baznas, dan Bank BJB. IDI membuka peluang menambah peserta tahun depan.

INILAHKORAN.ID– Sebanyak 80 anak mengikuti khitanan massal yang digelar Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Bank BJB di RSUD Dewi Sartika, Kecamatan Kawalu, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, khitanan massal tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas lembaga untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan khitanan bagi anak-anaknya.

“Alhamdulillah hari ini dalam rangka hari jadi juga, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkolaborasi dengan IDI, kemudian Baznas, dan BJB, menyelenggarakan khitanan massal untuk warga Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi program sosial sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai agenda rutin dalam peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya. Ia juga berharap jumlah peserta pada pelaksanaan berikutnya dapat meningkat.

“Sebetulnya ini juga tiap tahun, nah setelah dua tahun harapannya kan depan yang dikhitan ini lebih banyak warga Kota Tasikmalaya, dan ini dijadikan acara tahunan ke depannya. Menjadi acara tahunan kalau warga Kota Tasikmalaya mau khitan massal di HUT Kota Tasikmalaya,” katanya.

Pemkot Tasikmalaya Promosikan Layanan RSUD Dewi Sartika

Selain membantu masyarakat mendapatkan layanan khitanan, pemilihan RSUD Dewi Sartika sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memperkenalkan fasilitas kesehatan tersebut kepada masyarakat.

Viman berharap masyarakat semakin mengenal RSUD Dewi Sartika sebagai salah satu alternatif layanan kesehatan di Kota Tasikmalaya. Dengan demikian, pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya terpusat di RSUD dr. Soekardjo.

“Ini dilaksanakan di RSUD Dewi Sartika ini juga merupakan kita pemerintah kota untuk mengangkat RSUD Dewi Sartika agar masyarakat lebih tahu, lebih banyak kunjungan kalau misalnya sakit bukan hanya saja di RSUD dokter Soekardjo,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung di tengah proses penilaian untuk perpanjangan kerja sama RSUD Dewi Sartika dengan BPJS Kesehatan. Viman pun mengapresiasi dukungan IDI, Baznas, dan Bank BJB yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata. Khitanan massal menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial yang memiliki nilai keagamaan sekaligus berkaitan dengan kesehatan.

IDI Siap Tingkatkan Jumlah Peserta

Sementara itu, Ketua IDI Kota Tasikmalaya Farid Wajdi mengatakan, sebanyak 80 anak terdaftar sebagai peserta khitanan massal. Pelaksanaannya turut melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di Kota Tasikmalaya.

“Jumlah anak yang dikhitan hari ini ada 80, ini melibatkan dari semua puskesmas kita minta sih, sehingga terkumpul 80 orang,” kata Farid.

Ia mengungkapkan, persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu relatif singkat karena pengurus IDI baru saja melaksanakan musyawarah cabang (muscab). Meski demikian, pihaknya berupaya memenuhi permintaan Wali Kota Tasikmalaya agar kegiatan tersebut tetap terlaksana dalam rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya.

Farid memastikan IDI siap kembali berpartisipasi apabila khitanan massal serupa digelar tahun depan. Bahkan, IDI membuka peluang untuk meningkatkan jumlah peserta hingga 500 anak, bergantung pada permintaan dan kesiapan pelaksanaan.

“Kita siap, karena sekarang mepet banget, kemarin kan IDI juga baru muscab, jadi belum sempat pengurus. Tentu ada HUT Kota Tasik, Pak Wali minta ya kita siapkan, tapi Alhamdulillah terpenuhi, kalau tahun depan siap kalau Pak Wali minta 500,” ungkapnya.

Dari sisi usia, peserta khitanan massal memiliki rentang yang beragam. Farid menyebutkan, peserta termuda berusia 23 hari, sedangkan peserta tertua merupakan siswa kelas II sekolah dasar (SD).

“Kalau tadi variasi umurnya ada yang umur 23 hari, sama 40 hari, yang paling besar kelas 2 SD, Insyaallah hampir selesai,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Tasikmalaya bersama IDI, Baznas, dan Bank BJB berharap pelayanan sosial bagi masyarakat dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak pada pelaksanaan berikutnya.***


Editor : JakaPermana