Diky Candra Minta Penanganan Geng Motor di Tasikmalaya Dilakukan Lintas Daerah
Wawali Tasikmalaya Diky Candra meminta penanganan geng motor dan kejahatan jalanan dilakukan lintas daerah dengan dukungan Pemprov Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra meminta penanganan persoalan geng motor dan kejahatan jalanan dilakukan secara lintas daerah. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi di Kota Tasikmalaya, tetapi juga melibatkan wilayah lain di kawasan Priangan Timur.
Hal itu disampaikan Diky seusai bertemu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (18/9/2026). Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah persoalan keamanan dan kebutuhan penanganan yang melibatkan berbagai unsur.
Diky mengatakan Pemerintah Kota Tasikmalaya membutuhkan dukungan pemerintah provinsi untuk menangani persoalan tersebut. Ia menyebut, berdasarkan hasil sementara penelitian dan penyelidikan, terdapat dugaan anggota geng motor yang masuk ke Kota Tasikmalaya berasal dari daerah lain.
"Kami sendiri menyampaikan dan memohon kepada Pak Kapolda untuk bisa mengkomunikasikan kepada pihak provinsi karena dari hasil sementara penelitian penyelidikan masih banyak dari daerah lain yang menjadi geng motor yang masuk ke Kota Tasikmalaya," kata Diky.
Menurutnya, posisi Kota Tasikmalaya sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Priangan Timur membuat wilayah tersebut menjadi titik temu warga dari berbagai kabupaten dan kota.
"Karena Tasik menjadi episentrum, menjadi titik temu banyak orang dari beberapa kabupaten kota di Priangan Timur. Sehingga penuntasan permasalahan ini harus dilakukan secara sinergi," ujarnya.
Diky menilai penanganan persoalan geng motor dan kejahatan jalanan tidak cukup dilakukan hanya oleh unsur Forkopimda di tingkat kota atau kabupaten. Menurutnya, diperlukan koordinasi secara regional dengan dukungan pemerintah provinsi.
"Bukan hanya antarprokopim yang ada di daerah, tapi secara regional. Tentunya kami tidak punya kewenangan terlalu jauh, selain juga dibantu oleh pihak provinsi dalam bentuk apapun," katanya.
Penanganan Geng Motor Tak Hanya dari Sisi Keamanan
Selain aspek keamanan, Diky mengatakan persoalan geng motor perlu dilihat dari sisi hulu, terutama terkait kebutuhan anak muda terhadap ruang aktivitas, rekreasi, prestasi, dan pengakuan.
"Karena permasalahannya ada di hilir dan ada masalah di hulu, yaitu bagaimana kita membuka ruang yang sebanyak-banyaknya untuk anak-anak muda karena mereka butuh pengakuan," ujar Diky.
Ia mendorong adanya ruang rekreasi dan kegiatan yang dapat menjadi wadah positif bagi anak muda. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberikan kesempatan kepada remaja untuk memperoleh prestasi dan pengakuan melalui aktivitas yang positif.
"Ruang rekreasinya yang masih mungkin kurang, tolong dikaji, dan apabila betul nanti kita harus berikan ruang event-event yang ditujukan untuk anak-anak muda, biar mereka mendapatkan prestasi dan pengakuan," katanya.
Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan bahwa penanganan kenakalan remaja dan kejahatan jalanan tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga membutuhkan peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat.
Diky juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah, ulama, masyarakat, TNI, Polri, dan pemerintah dalam menjaga anak-anak dan remaja.
Ia menyebut aspek keimanan dan ketakwaan juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun ketahanan diri anak muda.
"Masalah keimanan dan ketakwaan ini yang paling utama, karena yang selalu sering saya bilang bahwa penjaga secara keamanan itu bisa dikatakan adalah polisi, Pol PP, TNI, Pemkot, dan segala macam, tapi keamanan hati, keamanan jiwa, melindungi diri dari penyakit-penyakit hati, tentunya adalah dua sisi utama," kata Diky.
Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan
Selain membahas persoalan geng motor, Diky mengatakan pertemuan juga menyinggung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana memasuki musim hujan.
Menurutnya, wilayah kabupaten lebih banyak mendapat perhatian terkait potensi longsor dan banjir. Sementara di Kota Tasikmalaya, pembahasan lebih diarahkan pada rumah rusak serta genangan air yang dapat terjadi akibat aliran air yang membawa sampah.
"Soal bencana, ini kita sudah mau lepas dari kemarau. Nanti akan ada musim hujan yang harus diantisipasi tentang dampak dari perubahan cuaca, curah hujan yang tinggi yang dikhawatirkan," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

