15 Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun di Tasikmalaya, 11 Sudah Rampung
15 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dibangun di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 11 gerai rampung dan siap diverifikasi Pemkot Tasikmalaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Tasikmalaya terus dikebut. Dari total 69 kelurahan, sebanyak 15 gerai saat ini telah dibangun.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya, Sofian ZM, mengatakan dari 15 gerai tersebut, 11 di antaranya telah rampung 100 persen. Sementara empat gerai lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
"Gerai itu kita ada di posisi 15, di mana empat masih progres. Berarti baru 11 yang sudah beres 100 persen," ujar Sofian, Rabu (12/8/2026).
Pemkot Siapkan Tim Verifikasi
Setelah pembangunan selesai, Pemkot Tasikmalaya akan melakukan verifikasi dan validasi (verval) untuk memastikan fasilitas gerai telah memenuhi ketentuan.
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan keputusan wali kota terkait pembentukan tim verval. Tim tersebut nantinya melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai bidang kompetensinya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) akan terlibat dalam pemeriksaan aspek konstruksi, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) akan memeriksa aspek lingkungan, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
"Konsepnya sudah di Pak Wali berkaitan dengan tim verval itu. Nanti akan dilaksanakan verval di 15 atau yang 11 gerai KDMP itu untuk ceklis terkait kelengkapan," katanya.
Pemeriksaan juga mencakup berbagai sarana dan prasarana pendukung, mulai dari kendaraan operasional seperti truk, mobil pikap dan kendaraan roda tiga, hingga komputer serta kondisi bangunan.
Dorong Pemanfaatan Bangunan Pemerintah
Sofian menyebut sebagian besar lokasi gerai KDMP di Kota Tasikmalaya berada di kawasan strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Namun, pemerintah daerah berharap pembangunan gerai berikutnya dapat lebih menyesuaikan karakteristik kawasan perkotaan. Salah satu opsi yang didorong adalah memanfaatkan bangunan milik pemerintah yang sudah tersedia.
"Kita mengusulkan gerai itu memanfaatkan bangunan yang ada, jadi tidak harus portabelnya sama dan luasnya harus 1.000 meter persegi. Kita berat kalau seperti itu," ujar Sofian.
Menurutnya, harga lahan di wilayah perkotaan menjadi salah satu kendala. Padahal, sejumlah bangunan milik pemerintah di tingkat kelurahan maupun kecamatan dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi gerai KDMP.
Bisnis Gerai Masih Perlu Diperkuat
Dari sisi bisnis, gerai KDMP di Kota Tasikmalaya masih membutuhkan penguatan komoditas dan jenis usaha.
Pemkot Tasikmalaya berharap gerai tersebut dapat menjadi saluran distribusi berbagai barang bersubsidi, seperti beras, minyak goreng, LPG, pupuk dan komoditas lainnya.
Selain itu, terdapat peluang pengembangan usaha lain, seperti layanan agen perbankan hingga agen properti untuk membantu pemasaran perumahan.
"Karena di kota proses bisnisnya masih terbatas, potensi kita masih terbatas. Makanya berkaitan dengan penyaluran subsidi itu yang kita tunggu," katanya.
Sofian menjelaskan, karakteristik setiap kelurahan di Kota Tasikmalaya berbeda. Tidak semua wilayah memiliki potensi usaha berbasis pertanian, perikanan maupun peternakan.
Karena itu, model bisnis gerai KDMP dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Wilayah seperti Kecamatan Cihideung, Tawang dan Cipedes, misalnya, tidak memiliki basis pertanian yang kuat. Gerai di kawasan tersebut lebih cocok diarahkan untuk distribusi barang bersubsidi maupun layanan usaha lain yang dibutuhkan masyarakat.
Pemkot Tasikmalaya menargetkan gerai yang telah siap dapat mengikuti agenda peluncuran pada Agustus 2026, sembari menunggu kebijakan lanjutan mengenai pengembangan KDMP.***
Editor : JakaPermana

