80 Persen Bus Sudah Pindah ke Leuwipanjang, Pemkot Bandung Antisipasi Kepadatan
Pemindahan layanan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemindahan layanan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dari terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang masih menyisakan tantangan dalam pengaturan arus kendaraan.
Kondisi itu, berpotensi menimbulkan penumpukan bus karena dua sistem operasional berjalan dalam satu area terminal. Saat ini, baru sekitar 80 persen atau sekitar 60 unit bus telah berpindah ke Terminal Leuwipanjang.
Kepala Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, Asep Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah kepadatan. Terutama dengan mengatur jadwal keberangkatan, dan area tunggu bus.
“Kami sudah mengatur jalur keberangkatan, dan pola headway supaya tidak terjadi penumpukan di dalam terminal,” kata Asep Hidayat, Jumat (29/5/2026).
Dia menjelaskan, bus yang belum memiliki jadwal keberangkatan tidak diperkenankan berada terlalu lama di area terminal dan diarahkan kembali ke pool masing-masing. Hal itu guna menghindari terjadinya penumpukan.
“Kendaraan yang belum masuk jadwal, kami minta untuk tidak standby di terminal. Tetapi menunggu di pool agar area tetap tertib,” ucapnya.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah menyatukan operasional bus eksisting Leuwipanjang dengan armada yang baru dipindahkan dari Terminal Cicaheum tanpa mengganggu kapasitas terminal.
"Proses transisi tersebut, relatif dapat diterima oleh para sopir maupun perusahaan otobus, meski penyesuaian masih terus dilakukan di lapangan. Kami juga tetap menyiapkan ruang untuk proses pemindahan, meski belum semua tahap selesai,” ujar dia.***
Editor : JakaPermana

