835 SMA di Jabar Dapat Anggaran Buntut Pembebasan IBPD

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Rp1,4 triliun dari APBD 2020 guna membebaskan Iuran bulanan peserta didik (IBPD) di 835 SMA sederajat. Jumlah tersebut mencakup 759 siswa. 

INILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Rp1,4 triliun dari APBD 2020 guna membebaskan Iuran bulanan peserta didik (IBPD) di 835 SMA sederajat. Jumlah tersebut mencakup 759 siswa. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan bantuan tersebut khusus untuk sekolah negeri. Baik itu SMA/SMK/MA/SLB.

"Iuran bulanan yang digratiskan ini khusus SMA negeri kalau swasta ada lagi nama bantuannya beda," ujar Dewi Sartika, Kamis (28/11/2019).

Nantinya, dia mengatakan, anggaran iuran bulanan gratis tersebut bakal langsung masuk ke rekening sekolah. Besarannya per siswa sekitar Rp 140 ribu sampai Rp 190 ribu per orang tergantung cluster sekolahnya.

"Mekanismenya, kami sudah mencoba menyusaikan dengan kebutuhan sekolah kan," katanya. 

Namun bilamana terdapat sekolah yang biasanya memungut iuran bulanan lebih dari angka Rp 140 sampai Rp 190 ribu, akan dilihat dulu kekurangannya seperti apa. Menggartiskan iuran bulan ini, memang tergantung dengan kebutuhan setiap sekolah. "Nah kalau ada yang kurang akan kami evaluasi nanti," imbuhnya. 

Adapun untuk SMA sederajat swasta, yaitu berupa bantuan pendidikan universal. Di mana yang semula Rp 500 ribu jadi Rp 550 ribu untuk peserta didik SMA sederajat swasta yang ada di Jabar bahkan teemasuk MA swasta.

Dana bantuan pendidikan universal, kata dia, akan diberikan pada 4.146 SMA/SMK/SLB swasta. Jumlah siswanya, sekitar 1,1 juta siswa. 

"Total anggaran bantuan untuk yang swasta kami alokasikan Rp 680 miliar. Dana tersebut, diberikan untuk satu tahun dimulai awal tahun," katanya.

Selain itu, kata dia, ada lagi bantuan untuk peserta didik PPDB yang datang dari keluarga ekonomi tak mampu. Mereka yang bersekolah di swasta akan memperoleh bantuan Rp 2 juta. 

"Bantuan ini khusus untuk siswa ekoni miskin yang sekolah di swasta," katanya. (Rianto Nurdiansyah) 


Editor : Bsafaat