Acara Amal W Korea 'Love Your W' Dinilai Abaikan Tujuan Kesadaran Kanker Payudara dengan Pesta Selebriti Elit
Acara amal 'Love Your W' yang diselenggarakan W Korea dinilai telah mengabaikan nilai tujuan kesadaran kanker payudara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Bukannya mendapat pujian, acara Amal tahunan W Korea 'Love Your W' tahun 2025 ini malah disambut dengan kritik tajam.
Majalah mode W Korea menjadi sorotan tajam setelah menyelenggarakan acara kampanye kesadaran Kanker payudara tahunan ke-20 'Love Your W' pada 15 Oktober 2025, di Hotel Four Seasons, Seoul.
Meskipun acara ini secara historis bertujuan untuk mempromosikan deteksi dini dan menggalang dana untuk kesadaran Kanker payudara, pelaksanaannya tahun ini dikritik karena dianggap tidak peka, tidak sesuai pesan, dan lebih berfokus pada kemewahan selebritas daripada Amal.
Puluhan selebritas papan atas hadir, termasuk Ha Jung Woo, Lee Min Ho, Lee Young Ae, Park Eun Bin, Taeyang BIGBANG, RM, J-Hope, V BTS, aespa, IVE, LE SSERAFIM, (G)I-DLE, TXT, dan masih banyak lagi.
Namun, penampilan mereka yang bertabur bintang dibayangi oleh acara yang sangat berbeda dari misi yang dicanangkan.
Meskipun kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan Kanker payudara, para tamu mengenakan pakaian yang didominasi warna hitam, mengabaikan simbol global pita merah muda.
Wawancara yang dilakukan di acara tersebut tidak membahas Kanker payudara, dan pertanyaan-pertanyaan justru berfokus pada kehidupan pribadi para selebritas, seperti "V, RM, dan J-Hope, apa rencana akhir tahun kalian?" atau "Taeyang, bisakah kita mengharapkan comeback di tahun 2026?".
Di media sosial resmi W Korea, video-video menunjukkan para selebritas bersulang dengan gelas sampanye, menari, dan menikmati pertunjukan musik.
Salah satu keterangannya berbunyi, "Para selebritas menikmati jamuan makan malam gala, menari mengikuti musik Balming Tiger: V BTS, Karina aespa, Taeyang, Jang Wonyoung IVE, dan Jeon Somi!"
Keterangan lainnya berbunyi, "Ini adalah malam penuh fantasi di Seoul, kontak mata dan sapa, mimpi bertabur bintang."
Yang krusial, tidak ada konten yang dibagikan yang menekankan kesadaran Kanker payudara, skrining dini, atau kisah para penyintas.
Kontroversi ini semakin diperparah dengan penampilan rapper Jay Park yang membawakan lagu hitnya yang eksplisit, 'MOMMAE', yang liriknya mengobjektifikasi tubuh perempuan yang disambut kemarahan publik.
Jay Park kemudian meminta maaf, dengan mengatakan, "Saya tampil dengan niat baik, tetapi jika ada pasien kanker yang merasa tidak nyaman, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya."
Kritik lebih lanjut muncul atas visual yang diproyeksikan selama pertunjukan ALLDAY Project, yang menampilkan wanita berpakaian minim dalam balutan lingerie, dianggap seksual dan sama sekali tidak pantas untuk acara tersebut.
Salah satu kritik paling tajam berasal dari sisi keuangan: meskipun disebut-sebut sebagai kampanye Kanker payudara terbesar di Korea, acara tersebut hanya berhasil mengumpulkan ₩1,1 miliar (~$800.000 USD) selama 20 tahun.
Mengingat skala, lokasi, dan jumlah selebritas yang hadir, banyak netizen mempertanyakan ke mana perginya uang tersebut.
W Korea belum memberikan pernyataan resmi. Sebaliknya, mereka diam-diam menghapus unggahan paling kontroversial dan menggantinya dengan konten yang tidak relevan, yang semakin memicu kemarahan publik.
Pengguna media sosial mengungkapkan rasa frustrasi mereka: "Ini kampanye Kanker payudara, ya? Rasanya seperti Pesta Elit."
“Tidak ada penyebutan tentang Kanker payudara, tidak ada pita merah muda, dan mereka menyebutnya kesadaran?”
"11 miliar won dalam 20 tahun? Mereka mungkin menghabiskan lebih dari itu untuk satu gala ini."
“Pasien kanker bahkan tidak diperbolehkan Minum alkohol, namun kampanye ini malah mempromosikan Pesta sampanye?”
"Hilangkan 'kesadaran Kanker payudara' dari namanya. Sebut saja apa adanya sebuah Pesta."
Reaksi keras terus meningkat, dengan seruan untuk akuntabilitas, bukan hanya karena pesan yang buruk, tetapi juga karena tampaknya mengeksploitasi isu kesehatan kritis untuk pemberitaan media.
Hingga W Korea menanggapi kekhawatiran publik, banyak yang bersumpah untuk memboikot publikasi tersebut.***
Editor : Irma Nurfajri


