Ada 10 PSN di Kabupaten Bogor, Empat Rampung dan Enam Sedang Berlangsung

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menuturkan beberapa proyek pembangunan yang termasuk dalam Progam Strategi Nasional alias PSN di Kabupaten Bogor terus berjalan.

Ada 10 PSN di Kabupaten Bogor, Empat Rampung dan Enam Sedang Berlangsung
Total ada 6 PSN di Kabupaten Bogor yang akan atau sedang dikerjakan, dimana 4 ialah proyek pembangunan jalan tol dan 2 lainnya proyek pembangunan bendungan di Kecamatan Cariu dan Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menuturkan beberapa proyek pembangunan yang termasuk dalam Progam Strategi Nasional alias PSN di Kabupaten Bogor terus berjalan.

Total ada 6 PSN di Kabupaten Bogor yang akan atau sedang dikerjakan, dimana 4 ialah proyek pembangunan jalan tol dan 2 lainnya proyek pembangunan bendungan di Kecamatan Cariu dan Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, ada empat PSN di Kabupaten Bogor yaitu proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Sukabumi (Bocimi) Tahap 1, double track kereta Api Bogor-Sukabumi, Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung), dimana semua proyek tersebut sudah selesai dibangun.

"Proyek pembangunan Jalan Tol Cimanggis Cibitung (Cimaci), Bogor Outing Ring Road ((BORR) 3, Depok-Antasari (Desari) dan Sentul Selatan -Karawang Barat terus berjalan, dimana sudah ada yang pembebasan lahan hingga pembangunan insfrastrukturnya," tutur Burhanudin kepada wartawan, Selasa, 19 September 2023.

Burhanudin menerangkan dengan adanya empat ruas jalan tol diatas, maka warga Kabupaten Bogor tidak butuh waktu berjam-jam untuk ke Jakarta, Tanggerang, Karawang dan Bekasi.

"Saat ini, kita bergantung pada Tol Jagorawi hingga kerap alami kemacetan terutama di pagi hari, kini dengan bakal adanya Jalan Tol Cimaci, BORR 3, Desari dan Sentul Selatan-Karawang Barat maka kita akan lebih cepat sampai di kota atau kabupaten lain," terangnya.

Ia menjelaskan PSN lainnya diluar jalan tol ialah pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey, dimana baik itu pembebasan lahan maupun pembangunan bendungannya akan berjalan secara pararel.

"Proyek pembebasan lahan Bendungan Cijurey dibanding pembebasan lahan Bendungan Cibeet akan lebih cepat, karena mayoritas atau 50 persen pemiiliknya merupakan milik pengembang,"jelas Burhanudin.

Ia pun meminta kepada masyarakat pemilik lahan di Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey untuk menikmati ganti untung yang ditawarkan oleh pemerintah pusat.

"Jangan jual lahannya ke pihak lain atau tengkulak, lebih baik dengan negoisasi dengan perwakilan atau tim dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah karena hargabya bakal lebih tingi dari harga yang ditawarkan oleh tengkulak," pintanya.*** (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani