Ada Dugaan Noven Ditikam Pembunuh Bayaran

Polresta Bogor Kota masih mengejar pelaku pembunuhan Adriana Yubelia Noven (18) siswi SMK Baranangsiang. 

Ada Dugaan Noven Ditikam Pembunuh Bayaran
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Hendri Fiuser
INILAH, Bogor - Polresta Bogor Kota masih mengejar pelaku pembunuhan Adriana Yubelia Noven (18) siswi SMK Baranangsiang. 
 
Hingga saat ini sudah ada penambahan saksi yang diperiksa polisi dari 22 orang menjadi 25 orang saksi. Polisi hingga kini berusaha memerbesar resolusi gambar CCTV agar wajah pelaku bisa diketahui dengan jelas. 
 
Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Noven. 
 
Hingga saat ini sudah 25 saksi yang diperiksa baik itu dari lingkungan sekolah, teman-teman korban dan keluarga korban. 
 
"Kesulitan kami disini adalah kami memiliki bukti petunjuk rekaman CCTV tapi tidak jelas. Itu sudah kami laporkan, sudah kami bawa ke INAFIS polri, tidak bisa dibesarkan juga karena memang resolusi CCTV sangat rendah dan pecah," ungkap Hendri pada Kamis (24/01) siang. 
 
Hendri melanjutkan, kendala lainnya saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ada yang melihat wajah pelaku dengan jelas. Delain itu teman-teman korban, saksi-saksi yang sudah diperiksa juga tidak mengenali siapa orang ini. 
 
"Ada kemungkinan pembunuh bayaran?. Segala kemungkinan bisa terjadi, tapi kami bisa menyimpulkan seperti itu, kami bisa menduga pembunuh bayaran atau teman dekat korban yang belum kami teliti. Untuk mengungkap secara IT dan lain-lain itu bisa saja terjadi," tambahnya. 
 
Hendri menjelaskan, ada beberapa barang bukti yang diamankan, kalau dari Handphone itu sudah dilakukan Labfor. Sesuai dengan teknis pengolahan barang digital sudah dilaksanakan secara teknis oleh kepolisian. 
 
"Kemudian untuk barang bukti untuk pisau yang tertancap di dada korban, secara Labfor sampai hari ini belum terindentifikasi ada sidik jari. Kemudian bukti CCTV juga sama sudah dilakukan analisis digital forensik juga itu pecah," jelasnya. 
 


Editor : inilahkoran