AFC Champions League, Ini 8 Fakta Menarik Duel Al-Hilal vs Gwangju FC
Duel Al-Hilal vs Gwangju FC membuka perempat final AFC Champions League. Ada delapan fakta menarik pertandingan ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jeddah – Duel Al-Hilal vs Gwangju FC membuka perempat final AFC Champions League. Ada delapan fakta menarik pertandingan ini.
Laga Al-Hilal vs Gwangju FC pada perempat final AFC Champions League akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City di Jeddah, Arab Saudi, Jumat 25 April 2025 ini.
Pertandingan Al-Hilal vs Gwangju FC menjadi momen persaingan dua kutub sepak bola Asia: barat dan timur, sekaligus memperebutkan tiket ke semifinal AFC Champions League.
Pertandingan ini menjanjikan laga yang berlangsung seru. Al-Hilal, salah satu klub terbaik Arab Saudi, kini mengincar gelar ke lima di kawasan Asia.
Sebaliknya, Gwangju FC merupakan klub debutan asal Korea Selatan. Meski begitu, mereka berambisi untuk memperpanjang kisah indah mereka.
Menjelang laga Al-Hilal vs Gwangju FC, sedikitnya terdapat delapan fakta menarik yang perlu diketahui. Apa saja?
1. Lawan baru
Gwangju FC adalah klub ketiga dari Korea Selatan yang akan Al-Hilal. Dua pertandingan pertama mereka - melawan Ulsan HD - berakhir dengan kekalahan.
Tetapi pertemuan terakhir mereka dengan tim Asia Timur berakhir dengan catatan yang jauh lebih menggembirakan. Al Hilal mengalahkan Pohang Steelers, klub Korea Selatan lainnya, di final AFC Champions League 2021.
2. Performa bagus
Enam pertemuan pertama Al-Hilal dengan tim dari Asia Timur tidaklah menggembirakan. Semuanya berakhir dengan dua kali seri dan empat kali kalah.
Tetapi mereka memenangkan enam dari tujuh pertemuan terakhir mereka. Satu-satunya kekalahan terjadi saat melawan Urawa Red Diamonds dari Jepang di leg kedua final 2022.
3. Vibes positif Gwangju
Gwangju FC, klub Korea Selatan, hanya kalah sekali dari sembilan pertandingan terakhir mereka melawan tim Arab Saudi di AFC Champions League. Satu-satunya kekalahan adalah ketika Pohang Steelers menyerah 0-2 dari Al-Hilal di final 2021.
4. Rekor fantastis Al-Hilal
Al Hilal tidak pernah gagal melaju ke semifinal setelah mencapai babak delapan besar dalam tujuh penampilan terakhir mereka di AFC Champions League.
Rekor itu dimulai sejak tahun 2012. Artinya, sudah 13 tahun. Kekalahan mereka terjadi di tangan klub Korea Selatan lainnya, Ulsan Hyundai di perempat final 2012.
5. Ketajaman Gwangju FC
Alasan utama mengapa Gwangju FC berada di perempat final sementara mereka bukanlah tim langganan AFC Champions League, adalah ketajaman mereka di depan gawang.
Gwangju FC telah mencetak 9,2 gol lebih banyak dari yang diharapkan, perbedaan positif terbesar di AFC Champions League Elite musim ini.
Mereka juga telah mencatat rasio konversi tembakan sebesar 17,9 persen dengan hanya Al Hilal (18,2 persenyang memiliki rasio tersebut lebih tinggi.
6. Dalam perburuan
Al Hilal mengincar penampilan keenam di final sejak 2014, setelah memenangi edisi 2019 dan 2021.
7. Super Al Dawsari
Delapan gol Salem Al Dawsari dalam musim ini telah menambah jumlah golnya di Asia itu menjadi 16 gol. Kapten Al Hilal telah mencetak gol melawan tim dari delapan negara berbeda.
Tapi, menariknya, Salem Al Dawsari yang merupakan pemain sayap itu belum pernah mencetak gol melawan tim dari Korea Selatan, Australia, dan India.
8. Satu gol lagi, Asani
Jasir Asani dari Gwangju FC tinggal satu gol lagi untuk menjadi pemain pertama dari Wilayah Timur yang mencetak dua digit gol sejak Adriano (13 untuk FC Seoul) dan Leonardo (10 untuk Jeonbuk Hyundai Motors FC) melakukannya pada edisi 2016. (*)
Editor : Zulfirman


