Airlangga Dinilai Tak Jadi Kebanggaan Golkar

Pernyataan Presiden Jokowi karena RI masih mengimpor pacul harus menjadi tamparan keras buat Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian yang sebelumnya menjabat Menteri Perindustrian.

Airlangga Dinilai Tak Jadi Kebanggaan Golkar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Pernyataan Presiden Jokowi karena RI masih mengimpor pacul harus menjadi tamparan keras buat Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian yang sebelumnya menjabat Menteri Perindustrian.

Sebab, Jokowi mengungkap langsung di era Airlangga dalam menciptakan industri cangkul yang sebenarnya sangat sederhana.

"Keluhan Presiden terhadap hal kecil yang seharusnya bisa diciptakan Menperin Airlangga kala itu, menunjukkan yang bersangkutan memang minim prestasi," kata Direktur Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Gede Munanto, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, kalaupun Airlangga kemudian dipilih Jokowi sebagai Menko Perekonomian hal tersebut lebih kepada "bargaining position"-nya sebagai Ketum Golkar. Bukan karena prestasi.

"Minimnya prestasi Airlangga tentu bukan hanya menjadi catatan negatif di mata publik dan pelaku industri, juga buat Golkar, partai yang selama ini dikenal sebagai gudangnya teknokrat andal," kata Dosen Komunikasi Politik Universitas Pancasila ini.

Di Partai Golkar sendiri, prestasi Airlangga sebagai ketua umum juga tidak kinclong. Di bawah kepemimpinan Airlangga, perolehan suara dan kursi Golkar merosot dari 14,75%/91 kursi di Pemilu 2014, menjadi 11,71%/85 kursi di Pemilu 2019.

"Bahkan, perolehan suara dan kursi di era Ketua Umum Airlangga Hartarto ini adalah terjeblok dalam sejarah Partai Golkar," kata Gede Munanto yang juga kandidat doktor komunikasi politik Universitas Padjadjaran. [inilahcom]


Editor : Bsafaat