Akhirnya, Puluhan Mahasiswa Kembali ke Asrama Wyata Guna

Puluhan mahasiswa penyandang disabilitas tunanetra, pada akhirnya Sabtu (18/1/2020) kemarin mereka kembali menghuni asrama. Mereka diperbolehkan tinggal di asrama hingga masa pendidikannya selesai.

Akhirnya, Puluhan Mahasiswa Kembali ke Asrama Wyata Guna
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Puluhan mahasiswa penyandang disabilitas tunanetra, pada akhirnya Sabtu (18/1/2020) kemarin mereka kembali menghuni asrama. Mereka diperbolehkan tinggal di asrama hingga masa pendidikannya selesai.

"Kami juga memastikan mereka akan kembali menerima hak-haknya. Jadi tidak ada lagi pengusiran terhadap para penghuni asrama," ujar Kepala BRSPDSN Wyata Guna Suarsono.

Dia mengatakan, sesuai aturan, para penghuni asrama Wyata Guna yakni dalam hal ini mahasiswa, harus meninggalkan lokasi, karena sesuai aturan baru di Permensos Nomor 18 Tahun 2018, maksimal tinggal di asrama adalah enam bulan. Sedangkan mereka sudah di sana bertahun-tahun dan diberikan solusi.

Mereka menolak meninggalkan lokasi dan memilih aksi tinggal di trotoar. Mereka beralasan masuk ke Wyata Guna melalui aturan lama saat masih berstatus Panti Sosial Bina Netra (PSBN). Tapi, mereka diharuskan keluar setelah statusnya berubah menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN).

Sudaryono pun mengingatkan agar para penghuni asrama tersebut menaati aturan. Berkeunjung ke Wyata Guna tidak dilarang, tapi ada waktu yang tepat. 

“Kami harap mereka mengikuti,” ucapnya. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani