KPSBU Lembang Siap Bantu Peternak Sapi Potong Atasi Kerugian karena Wabah PMK
KPSBU Lembang siap bantu peternak sapi potong atasi kerugian akibat wabah PMK. Begini penjelasan dari mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KSBU) Lembang memfasilitasi pelaksanaan dan pendistribusian daging sapi kepada kepada ASN di KBB.
Hal tersebut dilakukan menyusul diterbitkannya surat edaran Nomor 524.1/1936 Dispernakan tentang Prioritas Pembelian Daging Sapi bagi ASN di Lingkungan Pemda KBB yang ditujukan kepada para kepala OPD oleh Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Plt Bupati Hengki Kurniawan.
Seperti diketahui Plt Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengintruksikan ke ASN di lingkungan Pemda KBB untuk membeli daging minimal 2 kilogram dari peternak langsung.
Baca Juga: Iwan Setiawan: Guna Penuhi Standar WHO, Kabupaten Bogor Butuh Tambahan Ranjang di RS
Hal tersebut sebagai upaya membantu para peternak sapi yang merugi akibat terkena wabah PMK.
Kepala KPSBU Lembang, Dedi Setiadi mengatakan, hal itu merupakan upaya pemulihan ekonomi masyarakat di sektor peternakan imbas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Untuk teknis pelaksanaan dan pendistribusian dagingnya difasilitasi oleh Rumah Potong Hewan (RPH) Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KSBU) Lembang," katanya kepada wartawan.
Ia mengaku, pihaknya siap melaksanakan kepercayaan yang diberikan oleh Pemda KBB. Sebab pihaknya memiliki RPH yang cukup refresentatif untuk melakukan pemotongan sapi yang nanti dagingnya akan dijual kepada para ASN.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu Akibatkan Belasan Hektare Lahan Tembakau di KBB Terancam Gagal Panen
"Kita siap melaksanakan pemotongan sapi, karena memang tidak bisa dimana saja (pemotongan) agar wabah PMK-nya tidak menular ke hewan ternak yang lain," ujarnya.
Ia menilai, koperasi yang dikelolanya memiliki RPH di Lembang. Sehingga itu yang jadi dasar Pemda KBB mempercayakan pemotongan kepada pihaknya.
"Hal ini juga sebagai upaya menolong petetnak sapi yang banyak terkena PMK sehingga banyak sapi yang harus dipotong bersyarat," ujarnya.
Meski begitu, pihaknya menjamin jika daging hewan ternak yang terkena PMK tetap aman dikonsumsi oleh manusia. Sebab penyakit ini bukan zoonosis dan sebaran penularannya dari hewan ke hewan. Manusia hanya bisa jadi perantara penularan namun tidak akan terpapar.
Baca Juga: Aries Susanti Rahayu Andalkan Amazfit Bip 3 untuk Mendaki Mimpi Besar
"Untuk susu sapi dan dagingnya tetap aman dikonsumsi. Kami juga menerima pengajuan pemotongan hewan dari kecamatan lain bukan hanya Lembang saja," ujarnya.
Diakuinya imbas dari PMK memang sangat dirasakan oleh peternak sapi di Lembang yang jumlahnya mencapai 4.250 orang. Dengan total populasi sebanyak 20.000 ekor sapi, yang sudah terpapar ada sekitar 7.000 ekor dimana 5.000 menuju kesembuhan, 250 terpaksa dipotong dan 165 mati.
"Ini jelas merugikan secara ekonomi, pasokan susu saja dari kondisi normal sekitar 120 ton/hari sekarang hanya 80 ton," sebutnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran

