Bupati Bandung Minta PLN Evaluasi Kebakaran Berulang Diduga Korsleting Listrik
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta PLN dan DPRD mengevaluasi instalasi listrik secara menyeluruh menyusul sejumlah kebakaran yang diduga akibat korsleting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta kondisi instalasi listrik di Kabupaten Bandung dievaluasi secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting menyusul sejumlah kasus Kebakaran yang diduga dipicu Korsleting Listrik.
Dadang mengatakan, Kebakaran yang terjadi di wilayah Lebakwangi menjadi perhatian karena dugaan penyebabnya kembali berkaitan dengan Korsleting Listrik. Kasus serupa sebelumnya juga terjadi dalam Kebakaran di Kecamatan Pacet.
Atas kondisi tersebut, Dadang berencana mengundang PLN bersama DPRD Kabupaten Bandung untuk membahas kondisi jaringan dan instalasi listrik di wilayah Kabupaten Bandung.
“Ini ada dua kasus, Pacet kemarin dan sekarang di sini. Mungkin saya akan mengundang PLN karena memang kabel itu ada yang sudah 20 tahun, 30 tahun, ada yang disambung-sambung, atau mungkin karena gigitan tikus dan sebagainya,” kata Dadang di Soreang, Senin (15/9/2026).
Menurut Dadang, evaluasi tidak seharusnya hanya dilakukan di lokasi yang telah mengalami Kebakaran. Pemeriksaan perlu diperluas untuk memetakan potensi bahaya dari instalasi listrik yang sudah berusia tua maupun sambungan yang tidak memenuhi standar.
“Saya minta Ketua DPRD, kita sama-sama mengundang PLN untuk evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya lokasi yang terkena saja,” ujarnya.
42 Kebakaran Terjadi dalam Enam Hari
Selain Korsleting Listrik, Dadang juga mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya potensi Kebakaran akibat kondisi cuaca yang cenderung kering.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 42 kejadian Kebakaran sepanjang 1-6 September 2026. Mayoritas kejadian melanda semak belukar, lahan kosong, kebun hingga tumpukan sampah.
Jika dihitung dalam periode yang lebih luas, jumlah kejadian Kebakaran hutan dan lahan bahkan telah mencapai 180 kejadian. Kondisi tersebut dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat.
Dadang meminta warga memastikan seluruh peralatan dan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Jangan meninggalkan rumah kalau masih ada stop kontak yang terpasang. Kalau bepergian, pastikan saklar listrik sudah dimatikan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh instalasi listrik yang telah berusia puluhan tahun. Kabel maupun sambungan yang kondisinya sudah tidak layak perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi sumber bahaya.
Menurut Dadang, penanganan bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah musibah terjadi. Upaya pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat untuk menekan potensi Kebakaran di Kabupaten Bandung.
“Kita harus waspada. Apalagi kondisi sekarang kering atau kemarau panjang,” ujarnya.***
Editor : JakaPermana

