Aksi Berujung Darah di Gedung sang Wakil Rakyat
Ribuan mahasiswa dari delapan belas universitas Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Senin (23/9/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ribuan mahasiswa dari delapan belas universitas Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Senin (23/9/2019).
Diketahui, aksi mereka merupakan bentuk penolakan atas RUU KPK, RUU KUHP, RUU PAS, dan RUU Pertanahan yang dinilainya tidak pro rakyat.
Berdasarkan pantauan, Sebelum aksi di sana, mereka terlebih dahulu berkumpul di Monumen Perjuangan kemudian melakukan long march serentak. Tampak orator dari masing-masing perwakilan kampus pun silih berganti untuk melakukan orasi.
Spanduk-spanduk bertuliskan kekecewaan atas kebijakan pemerintah pun terbentang di setiap sudut area gedung sang wakil rakyat. Terdengar beberapa mahasiwa pun meneriakan revolusi
Para mahasiswa pun berdatangan dari berbagai penjuru. Kertas dan spanduk berisi tulisan pun dibentangkan sambil menyanyikan lagu "Darah Juang" atau melantangkan "Sumpah Mahasiswa Indonesia" yang dipimpin oleh orator.
Aksi pun berlanjut hingga malam hari, suasana pun mulai terasa menegangkan. Pasalnya, masa aksi yang enggan membubarkan diri mulai melakukan provokasi terhadap aparat kepolisian. Mereka menyanyikan lagu-lagu provokasi dan mulai melakukan pelemparan benda apapun yang ada di sekitar mereka.
Aksi lempar benda pun tidak terelakan. Aparat kepolisian pun mulai melakukan tindakan represif untuk membubarkan aksi. Tampak mobil komando menyerukan kepada petugas untuk tidak mundur dan mulai menembakan semprotan air dan gas air mata, sementara di sisi lain koordinator aksi pun terdengar menyerukan perlawanan.
"Mobil water cannon maju," seru pengeras suara di mobil komando.
Sambil ketakutan, para mahasiswa berlari dengan kencang menghindari tembakan air dan gas air mata.
"Revolusi, revolusi, revolusi," teriak para mahasiswa.
Akibat kejadian itu pun, baik dari kepolisian dan mahasiswa mengalami luka-luka. Tidak sedikit mahasiswa dan polisi yang dilarikan kedalam gedung untuk diberikan pertolongan pertama.
"Sakit bu tolong, bu," ucap satu diantara mahasiswa yang terluka.
Bahkan, akibat bentrokan tersebut pun seorang aparat kepolisan, yang belum diketahui namanya, tergeletak lemas di antara aparat lainnya yang menjaga gedung DPRD Jawa Barat dari demonstrasi mahasiswa di Bandung. Aparat dengan atribut Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) itu tak bisa melihat ketika sadarkan diri.
"Gelap, ga bisa lihat, ga bisa lihat, poek (gelap)," ucap polisi itu sambil tergeletak.
Hingga berita ini diturunkan, belum jelas bagaimana aparat tersebut bisa pingsan dan digotong teman seprofesinya. Yang pasti, setelah tergeletak lemas di antara kericuhan massa, ia langsung dilarikan masuk ke dalam gedung DPRD Jabar.
Perlu diketahui, hingga kini masa berangsur-angsur membubarkan diri. Namun, tampak petugas kepolisian masih berjaga-jaga di luar dan di dalam Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat

