Aksi Keempat Kali, Warga Rumpin Tutup Akses Truk Tambang, Ini Tuntutan Mereka

Warga Kampung Cijengir, Desa Cipinang, Rumpin Kabupaten Bogor kembali melakukan unjuk rasa yaitu menutup akses truk tambang di wilayahnya,

Aksi Keempat Kali, Warga Rumpin Tutup Akses Truk Tambang, Ini Tuntutan Mereka
Aksi warga Rumpin menutup jalan tambang
 
INILAHKORAN, Rumpin - Warga Kampung Cijengir, Desa Cipinang, Rumpin Kabupaten Bogor kembali melakukan unjuk rasa yaitu menutup akses truk tambang di wilayahnya, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Aksi unjuk rasa menutup akses truk tambang ini yang keempat kalinya. Kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, masyarakat meminta agar Jalan Cicangkal yang statusnya  merupakan jalan provinsi untuk segera diperbaiki.
 
"Kami sudah tiga kali melakukan unjuk rasa, namun janji akan diperbaiki pada empat bulan lalu menggunakan anggaran pendapatan belanja  daerah (APBD) tingkat I Jawa Barat itu tidak terealisasi hingga kini. Kali ini, kami pun menagih janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil," kata Johan Iskandar kepada wartawan.
 
Pria berusia 24 tahun ini menerangkan aksi unjuk rasa menutup akses truk tambang dari Rumpin atau Parungpanjang, Kabupaten Bogor menuju Tangerang Selatan, Provinsi Bantem akan dilakukan sampai masyarakat mendapatkan kejelasan.
 
 
"Hingga kini, kemacetan karena truk tambang sudah 10 km, baik yang dari arah Tangerang Selatan maupun Parungpanjang, Kabupaten Bogor atau totalnya 20 km. Kami menuntut kepastian kapan Jalan Cicangkal diperbaiki atau dibangun," terangnya.
 
Johan menuturkan selain dibangunkan jalan beton, masyarakat juga mengharapkan Jalan Cicangkal juga dibangunkan drainase. Karena tanpa drainase, jalan tersebut cepat rusak atau patah betonnya.
 
"Jangan hanya jalan saja yang dibeton, tetapi juga harus dibangun drainasenya. Selain dua hal di atas, kami juga menuntut Pemprov Jawa Barat konsisten dalam menerapkan aturan jalan truk tambang. Kami minta tuntutan kami segera dilaksanakan, karena sudah bertahun-tahun kami menderita akibat rusaknya akses jalan ini," tutur Johan. (Reza Zurifwan)
 
 
 


Editor : inilahkoran