Aksi Mahasiswa Berujung Bentrok, 6 Polisi Dilarikan ke RS Sartika Asih

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebutkan, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas.

Aksi Mahasiswa Berujung Bentrok, 6 Polisi Dilarikan ke RS Sartika Asih
Ilustrasi (Ridwan AM)

INILAH, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebutkan, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dengan cara pembubaran paksa aksi mahasiswa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat.

Hal itu dilakukan, dikarenakan massa aksi yang semakin brutal dan berupaya masuk ke Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Peraturannya unjuk rasa itu kan sampai pukul 18:00, tapi tadi sudah di atas jam segitu magrib mereka malah memaksa masuk ke gedung DPRD. Ya kita bertahan, kita berusaha dengan baik membubarkan, tapi memang harus ada yang berkorban," ucap Kapolda di lokasi aksi.

Lebih lanjut, Kapolda menyebutkan, akibat aksi tersebut beberapa anggotanya pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Aartika Asih Bandung. "Ternyata, anggota ada enam orang terluka, sekarang ada di RS Sartika Asih," ujar Kapolda.

Terpisah, Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menilai tindakan tegas yang dilakukan petugas kepolisian sudah sesuai SOP.

Dirinya pun siap bertanggung jawab atas tindakan anggotanya, saat melakukan pengamanan dan memaksa massa aksi mundur dari Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat. Hal itu diungkapkan Irman, pada saat memberikan arahan kepada ratusan anggotanya.

"Saya bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anak buah saya, kalian jangan takut, lakukan tugas kalian dengan benar," ungkap Irman di lokasi aksi. (Ridwan Abdul Malik)


Editor : suroprapanca