Al-Hilal vs Gwangju FC, Penyerang Tajam Albania Ini Siap Termpur 100 Menit

Jasir Asani bakal jadi salah satu pusat perhatian pada laga Al-Hilal vs Gwangju FC di perempat final AFC Champions League.

Al-Hilal vs Gwangju FC, Penyerang Tajam Albania Ini Siap Termpur 100 Menit
Jasir Asani menjadi andalan Gwangju FC pada duel Al-Hilal vs Gwangju FC di perempat final AFC Champions League. (the-afc.com)

INILAHKORAN, JeddahJasir Asani bakal jadi salah satu pusat perhatian pada laga Al-Hilal vs Gwangju FC di perempat final AFC Champions League.

Laga Al-Hilal vs Gwangju FC pada perempat final AFC Champions League akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City di Jeddah, Arab Saudi, Jumat 25 April 2025 ini.

Pertandingan Al-Hilal vs Gwangju FC menjadi momen persaingan dua kutub sepak bola Asia: barat dan timur, sekaligus memperebutkan tiket ke semifinal AFC Champions League.

Jasir Asani menjadi salah satu pemain yang mencuat di ajang AFC Champions League. Penyerang sayap asal Albania ini menjadi top skor sementara kejuaraan tersebut.

Jasir Asani sejauh ini sudah mencetak sembilan gol di ajang AFC Champions League bersama Gwangju FC. Dia pun melengkapinya dengan satu assist.

Di daftar top skor sementara, Jasir Asani berada di posisi teratas bersama Anderson Lopez, pemain Brasil yang membela Yokohama Marinos.

Jasir Asani menyebutkan klubnya harus tampil maksimal selama pertandingan perempat final AFC Champions League ini jika mereka ingin memenangkannya.

“Setiap menit, setiap detik, akan sangat berharga bagi kami,” katanya.

Dia memperhitungkan perjuangan yang harus dilakukan bukan selama 90 menit. Dia menyebut laga ini akan berlangsung 100 menit.

“Ini adalah ajang bagi kami untuk menunjukkan kepada dunia cara kami bermain,” katanya.

Pelatih Gwangju FC, Lee Jung-hyo, mengaku tak gentar menghadapi deretan pemain Eropa di Al-Hilal itu. Yang merisaukannya justru pemain-pemain lokal Arab Saudi.

Lee Jung-hyo percaya kunci keberhasilan untuk mengalahkan Al-Hilal bukanlah pemain-pemain Eropa. Kuncinya adalah para pemain domestik.

“Kami harus menjaga pemain-pemain Arab Saudi, pemain-pemain domestik mereka,” kata Lee, yang telah memimpin Gwangju ke kejuaraan kontinental untuk pertama kalinya. 

“Kami tahu nama-nama besar pemain, kami tahu cara mereka bermain. Kami harus mengawasi Salem Al-Dawsari, Mohamed Kanno atau Ali Al-Bulayhi. Mereka adalah pemain inti Al-Hilal. Kami harus menjaga mereka,” tambahnya.

Gwangju FC akan bertanding di Stadion King Abdullah Sports City sebagai tim yang tidak diunggulkan setelah tampil melampaui ekspektasi untuk mencapai babak delapan besar.

Setelah serangkaian penampilan impresif di fase liga, Gwangju FC bangkit dari defisit dua gol di leg pertama untuk menyingkirkan juara J-League Vissel Kobe di babak sebelumnya. (*)


Editor : Zulfirman