Alhamdulillah, Kini Salat Berjamaah di Masjid Tak Harus Jaga Jarak

Aktivitas salat berjamaan di masjid kini sudah normal dan tidak harus menjaga jarak seperti di Masjid Ash Shiddiq KBB

Alhamdulillah, Kini Salat Berjamaah di Masjid Tak Harus Jaga Jarak
Aktivitas salat berjamaan di Masjid Ash Shiddiq KBB Sudah Normal

INILAHKORAN, Ngamprah - Aktivitas peribadatan di Masjid Ash-Shiddiq di Kompleks Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali normal.

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Jumat dan salat wajib lima waktu yang sudah tidak menerapkan jaga jarak di Masjid Ash-Shiddiq Pemda KBB . Para jamaah yang salat sudah kembali merapatkan barisan seperti layaknya kondisi normal.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan saf pelaksanaan salat berjamaah lima waktu rapat. Instruksi itu langsung diterapkan DKM Masjid Ash-Shiddiq yang ada di lingkungan Pemda KBB.

Baca Juga: Anggaran Kunjungan Kerja Luar Negeri Tak Terserap, Rudy Susmanto Beberkan Alasannya

Fatwa tersebut tertuang dalam Bayan Dewan Pimpinan MUI tentang Fatwa MUI terkait Pelaksanaan Ibadah Dalam Masa Pandemi bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2022 dan diteken oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dan Sekjen Amirsyah Tambunan Kamis 10 Maret 2022.

Selain itu, ketentuan tersebut berlaku untuk juga salat jumat, salat tarawih, dan salat id.

Wakil Ketua DKM Masjid Agung Ash Shiddiq, KBB, Dudung Kusmana mengatakan, seiring dengan turunnya Fatwa MUI Terkait Pelaksanaan Ibadah dalam Masa Pandemi. Bahwa pelaksanaan ibadah salat sudah bisa dilakukan secara rapat seiring dengan kasus COVID-19 yang mulai menurun.

"Ibadah salat Jumat kita sudah rapatkan barisan saf, karena MUI pusat sudah mengeluarkan edaran terkait hal tersebut," katanya saat ditemui, Jumat 11 Maret 2022.

Baca Juga: Hasil Tes PCR, Jonatan Christie Positif Covid-19 di Turnamen German Open

Kendati saf salat Jumat ataupun lima waktu sudah diperbolehkan rapat, jelas dia, namun pihaknya tetap mengingatkan agar jamaah disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Itu sebagai antisipasi dan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan setiap jamaah," jelasnya.

Tak hanya itu, sambung dia, pihaknya pun sudah melepas penanda pembatas jarak antar jamaah di karpet juga sudah dilepas.

"Sebelumnya kami sempat menempel tanda silang sebagai tanda pembatas jarak antar jamaah di karpet masjid Ash Shiddiq," ujarnya.

Termasuk, kata dia, semua lantai masjid kini sudah kembali terpasang karpet dari sebelumnya yang hanya setengah.

"Kini kami juga kembali bisa mengatakan kepada jamaah agar saf barisan salat dirapatkan dan mengisi bagian saf yang masih kosong demi kekhusyuan ibadah," katanya.

Baca Juga: 300 Botol Minyak Goreng Kemasan 2 Liter yang Dijual Toko Kelontong di Bogor Ludes dalam Sehari

Ia mengingatkan, bagi jamaah pangajian atau masyarakat yang akan melakukan kegiatan di Masjid Ash Shiddiq tetap harus mengikuti prosedur yang diterapkan DKM.

"Misalnya saja berkoordinasi dengan tim Satgas COVID-19, Satpol PP, Dishub, dan Kesbangpol, sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak terprediksi bisa langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait," bebernya.

Ia berharap, semoga dengan kembalinya salat secara normal dan ibadah keagamaan diperbolehkan di masjid dengan mengundang massa, bisa kembali menggairahkan semangat beribadah.

"Karena aktivitas spiritual yang sebelumnya sempat dibatasi," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran