Serangan Tanpa Sebab di Halaman Apotek Cimahi, Polisi: Pelaku Diduga ODGJ

Polres Cimahi menegaskan kasus penganiayaan yang sempat viral diduga dilakukan oleh ODGJ

Serangan Tanpa Sebab di Halaman Apotek Cimahi, Polisi: Pelaku Diduga ODGJ
Tangkapan layar video viral pria diduga ODGJ tiba-tiba menyerang seorang wanita yang hendak ke apotek di Pojok Utara, Cimahi.

INILAHKORAN.ID - Polres Cimahi mengungkapkan dugaan kasus penganiayaan yang sempat viral di media sosial terkait pria yang tiba-tiba memukul seorang wanita di halaman apotek Jalan Pojok Utara, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu (12/8/2026) malam,

Polisi menduga pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kesimpulan sementara ini diambil berdasarkan keterangan saksis yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. 

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, salah satu saksi yang dikenal dengan inisial Y menyebut sebelumnya kerap melihat pria tersebut mondar-mandir di kawasan itu sambil berbicara seorang diri tanpa lawan bicara. 

“Dari keterangan saksi di TKP dan sekitar TKP, diduga kuat pria yang viral melakukan penganiayaan di Pojok itu ODGJ,” kata Gofur, Sabtu (15/8/2026).

Gofur menyebut, korban yang menjadi sasaran serangan teridentifikasi bernama Eka Mustika Wati. Kejadian berlangsung secara tiba-tiba tanpa peringatan maupun interaksi sebelumnya. 

"Korban Eka baru saja tiba untuk membeli obat, memarkir sepeda motor dan turun, ketika pelaku yang berjalan mendekat tiba-tiba mengeluarkan benda keras yang diduga berupa linggis kecil dari tas yang digendong, lalu memukulkan tepat ke lengan kanan korban," sebutnya.

Gofur mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari korban. Korban Eka mengaku tidak mengenal pelaku atau bersinggungan dengan seseorang saat di jalan menuju apotek.

"Jadi korban saat itu kaget juga,” ucapnya. 

Berdasarkan video yang beredar memperlihatkan pelaku berpenampilan celana pendek, memakai topi dan masker putih setelah satu kali pukulan langsung berjalan pergi tanpa serangan lanjut.

Akibat benturan tersebut Eka mengalami memar di lengan kanan. Meski menjadi korban serangan fisik yang tidak diprovokasi sama sekali, Eka memilih untuk tidak mengajukan laporan resmi ke kepolisian. 

“Korban memar di tangan, tapi korban memilih untuk tidak membuat laporan polisi," ujarnya.

Kendati demikian, terang Gofur, penyelidikan tetap berjalan untuk mengidentifikasi siapa pelaku, tempat tinggalnya, serta memverifikasi dugaan kondisi kesehatannya.

"Kita juga melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam pendampingan agar tidak ada warga lain yang kembali menjadi sasaran serangan tak terduga di tempat umum," ucapnya.


Editor : Ahmad Sayuti