Ambyar....Persib Tak Bergigi, Tak Termotivasi
Persib Bandung mengecewakan. Lini depan mandul. Bobotoh bereaksi. Tak punya mental juara? Beginilah evaluasi di enam laga pertama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Persib Bandung mengecewakan. Lini depan mandul. Bobotoh bereaksi. Tak punya mental juara?
Jangan tanya soal gol kepada Sutiono Lamso. Hingga kini, torehan 21 golnya pada Kompetisi Liga Indonesia 1994-95 belum juga terpecahkan. Tidak oleh Ferdinand Sinaga, Sergio van Dijk, apalagi Wander Luiz dan Geoffrey Castillion.
Duetnye dengan Kekey Zakaria saat itu betul-betul ampuh. Mengemas 30 gol musim ini.
Kini? Sudah enam pertandingan dimainkan. Belum sebiji gol pun datang dari striker Persib. Zonk. Lima gol justru lahir dari pemain lini gelandang. Satu lagi hasil bunuh diri.
Belum cukup sampai di situ, kemandulan Persib tampak nyata di tiga pertandingan terakhir. Hanya satu gol yang tercipta. Itu bukan oleh pemain Persib, melainkan bunuh diri Serif Hasic, pemain belakang PSM Makassar, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu malam.
Baca Juga: Klok-Rashid Absen, Saatnya Gelandang-gelandang Lokal Milik Persib Unjuk Gigi!
Sutiono Lamso pun angkat bicara soal lini depan dan performa Persib yang bikin gundah. Pemain kelahiran Banyumas ini menunjukan kekhawatiran dengan kondisi yang dialami tim asuhan Robert Rene Alberts tersebut. Terbukti, empat kali hasil imbang didapatkan secara beruntun.
“Sebetulnya, kalau kita lihat mainnya bagus, selalu mendominasi. Cuma memang yang dibutuhkan oleh bobotoh, oleh semua penggemar, pasti kemenangan. Faktor itu yang membuat jadi bahan kritikan,” ungkap Sutiono kepada INILAH, Minggu (3/10).
Sebagai seorang striker, Sutiono tahu betul dengan permasalahan yang dialami Persib dalam mengarungi Liga 1 2021-2022. Yakni para striker Persib kesulitan mencetak gol.
“Pengalaman saya, biasanya kalau laga pertama, kedua, ketiga, kita sulit cetak gol, maka ke sananya akan kesulitan terus. Gol itu ada faktor lucky juga di samping kita punya kualitas bikin gol,” katanya.
Baca Juga: Persib Skuat Mewah Taktik Rendah, Gaji Tinggi Miskin Strategi
Semisal, kata dia, ketika kualitas pemain itu sudah diketahui lawannya, maka faktor lucky menjadi andalan. Ini yang menjadi permasalahan di lini depan Persib, terutama dirasakan para strikernya seperti Wander Luiz atau Geoffrey Castillion.
“Mestinya ada bantuan dari pemain kedua untuk bisa mencetak gol. Sehingga ketika sudah sering menang, maka percaya diri akan muncul lagi,” tuturnya.
Terbukti, lanjutnya, di musim 2020 lalu, Wander Luiz dan Geoffrey Castillion menjadi pemain subur karena berhasil mencetak gol sejak laga pertama.
“Ini juga berlaku untuk striker lainnya. Pedenya muncul setelah berhasil mencetak gol. Dan ini tantangan untuk striker. Memang permasalahannya harus bisa bikin gol,” tambahnya.
Baca Juga: Akhirnya Manajemen Ultimatum Persib Usai Empat Laga tanpa Menang, Begini Isinya...
Pemain terbaik era Perserikatan pada musim 1994-1995 ini tidak sepakat kesulitan Persib dalam mencetak gol terjadi karena sudah cukup lama tidak berkompetisi. Menurutnya, itu bukan jadi alasan utama.
“Ezechiel (Ndouassel) bagaimana? Dia main di Bhayangkara FC, bagaimana sekarang? Kalau memang Eze dan striker lain tidak bisa cetak gol, maka benar butuh adaptasi panjang untuk menjalani kompetisi. Maka bagaimana caranya, striker harus bisa bikin gol,” tegasnya.
Namun selebihnya, lanjutnya, secara permainan Persib tidak bisa dikatakan berkembang. Terbukti, setelah meraih dua kemenangan di laga awal, Persib hanya bermain imbang di laga selanjutnya hingga laga keenam.
“Jadi seolah tidak berkembang. Dalam artian, tidak bisa menang karena sulit cetak gol. Siapapun harus bisa bikin gol. Intinya kalau menang amanlah. Artinya pemain depan kurang imbang,” katanya.
Baca Juga: Persib Dihujat Usai 4 Hasil Imbang, Robert Alberts Sudah Punya Rencana...
Sutiono pun memberikan saran agar para pemain Persib ditingkatkan lagi motivasinya. Sebab, bukan tidak mungkin akan ada kejutan dari tim-tim lain yang bisa membuat Persib kesulitan dalam meraih kemenangan.
“Tingkatkan saja motivasi pemain karena semua tim juga akan seperti itu, terutama tim-tim yang merasa di bawah akan memiliki motivasi dua kali lipat dalam menghadapi tim atas. Jadi harus mempersiapkan juga, daya juang juga harus tinggi. Harus punya mental juara, ingin memenangkan pertandingan. Itu yang harus dipunyai,” tambahnya.
Jika Sutiono mulai gundah, sebagian bobotoh malah mulai gerah. Beberapa di antaranya langsung menuju markas Persib di Jalan Sulanjana, begitu laga lawan PSM berakhir imbang 1-1.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "ngerakeun Rene out" atau "memalukan Rene keluar".
Tidak hanya spanduk, namun beberapa kelompok orang yang jumlahnya mencapai puluhan itu berteriak dengan kata-kata "Persib butut" atau Persib jelek.
Baca Juga: Performa Persib Dikecam Bobotoh, Supardi: Ini Tanggung Jawab Pemain
Meski sempat membuat lalu lintas Jalan Sulanjana tersendat, aksi tersebut berlangsung kondusif seiring adanya penjagaan dari pihak kepolisian.
Perwakilan aksi, Yudi Baduy membenarkan hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena tim kesayangannya meraih hasil imbang. Ini merupakan kali keempat secara beruntun Persib selama menjalani Liga 1 2021-2022.
“Kami selaku suporter ikut merasakan. Skuat Persib ini mewah tapi kenapa sulit sekali menang? Dari segi teknis, saya nggak mau bicara, tapi dari empat seri ini jadi poin penting. Harus ada PR, evaluasi yang dilakukan. Ini skuat mewah, seharusnya hasil lebih dari ini. Kami datang ke sini ingin menjaga Persib tetap di jalurnya,” ujar Yudi.
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts memastikan akan membenahi kinerja para pemainnya jelang menghadapi seri kedua Liga 1 2021-2022. Diharapkan bisa berjalan dengan baik.
“Kami memiliki 12 hari. Kami akan berlatih dengan keras untuk membenahi kekurangan ini,” katanya.
Baca Juga: Persib Itu Skuat Mewah, Tapi Kenapa Bisa Begini?
Dia menyebutkan Persib sudah memainkan pola yang sama, bermain dengan baik di beberapa area lapangan. Tapi mereka masih mudah kehilangan bola dan itu berdampak pada penyerangan.
“Itu adalah hasil dari analisa kami dan kami sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam masa persiapan selama 12 hari menjelang seri kedua,” katanya.
Menurut analisisnya, lini belakang dan tengah Persib sudah berada di jalur yang sebenarnya. Sementara untuk lini depan, Robert harus bisa menjadikan lebih efisien dan agresif serta tangguh.
“Kami terlalu banyak meraih hasil imbang. Kami akan duduk bersama, kami akan melalui ini. Kami memiliki 10 hari waktu latihan sebelum seri kedua dimulai dan kami harus memastikan semua hal membaik untuk meraih kemenangan,” tegasnya. (muhammad ginanjar)
Editor : inilahkoran


