Anak Korban Perang Berkostum Persib Bandung

Untung saja orang tuanya membawa Farshad Noor ke Belanda. Kalau tidak, bukan tak mungkin dia tak mengenal sepak bola, menjadi bagian PSV Eindhoven, bermain di kasta tertinggi Liga Belanda, dan kini bergabung dengan Persib Bandung.

Anak Korban Perang Berkostum Persib Bandung

INILAH, Bandung – Untung saja orang tuanya membawa farshad noor ke Belanda. Kalau tidak, bukan tak mungkin dia tak mengenal sepak bola, menjadi bagian PSV Eindhoven, bermain di kasta tertinggi Liga Belanda, dan kini bergabung dengan persib Bandung.

Farshad lahir bukan pada saat yang tepat di Mazar el Sharif, di wilayah paling utara afganistan. Kotanya menyerupai Bandung, dengan beragam peninggalan sejarah. Tapi semua hancur gegara perang saudara. Farshad bahkan baru berusia tiga tahun ketika perang meletur antara kelompok Abdul Malik Pahlawan dengan Taliban.

Begitu perang saudara usai, ayahnya langsung meninggalkan kota basis utama Uni Soviet saat mencaplok afganistan itu. Dia bawa semua anggota keluarga, termasuk Farshad yang baru berusia lima tahun ke Belanda.

Farshad selamat. Sebab, tiga tahun kemudian, giliran tentara Amerika Serikat dan aliansinya datang. Mereka menaklukkan Mazar el Sharif dan menjadikan basis memerangi Taliban yang menguasai afganistan, sebagai buntut serangan bom terhadap World Trade Center, 11 September 2001.

Saat kampungnya dikuasai Amerika Serikat itulah, Farshad mulai menyenangi sepak bola di Negeri Belanda. Dia masuk ke dalam akademi sepak bola milik klub terbaik Belanda saat itu, PSV Eindhoven.

Dari situ pula, dia merasakan persaingan di kasta kedua Liga Belanda, Eerste Divisie, bersama Jong PSV. Bermain di kasta tertinggi, Eredivisie, bersama Roda JC Kerkrade. Dipinjamkan ke SC Cambuur Leeuwarden di Eerste Divisie. Dia kemudian berlabuh di AFC Eskilstuna, klub kasta tertinggi Liga Swedia, Nea Selamis, klub Divisi Utama Liga Siprus, sebelum akhirnya digaet persib Bandung.

Kabar bergabungnya farshad noor pertama kali dimunculkan akun instagram @prabu_persib yang diunggah pada Minggu (21/3). Akun instagram maskot persib itu memunculkan foto farshad noor yang tengah menggiring bola. Lantas dalam foto tersebut, dituliskan wilujeng sumping yang dalam bahasa Indonesia selama datang. 

Kehadiran farshad noor sekaligus menghentikan spekulasi yang selama ini menghampiri persib. Sebelumnya, muncul nama-nama seperti Zachary Herivaux yang merupakan gelandang timnas Haiti dan gelandang asal Jepang, Kazuki Takahashi. 

Direktur PT persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono membenarkan perekrutan gelandang tim nasional afganistan itu. Menurutnya, pemilihan pemain itu berdasarkan rekomendasi dari tim pelatih yang dipimpin Robert Rene Alberts. Ini juga berlaku bagi pemain anyar lainnya yang sudah direkrut persib Bandung. 

“Sama seperti pemain lain, semua hal yang berkaitan dengan teknis datang (pemain baru) dari tim kepelatihan. Kami hanya melakukan tindak lanjut atas rekomendasi mereka,” ujar Teddy, Minggu (21/3). 

Pria berkaca mata ini mengatakan pemain pengganti Omid Nazari sebagai pemain asing Asia di persib Bandung ini memiliki durasi kontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun.

“Kalau kontrak, pasti setahun. Kita lihat selama Piala Menpora seperti apa (kualitasnya),” katanya. 

Meski demikian, Teddy ogah berkomentar saat disinggung mengenai kemungkinan tidak jadi direkrut apabila kualitas Farshad tidak sesuai harapan saat tampil di Piala Menpora 2021. 

“Ya nggak tahu. Nanti kita bicara setelah kita lihat di Piala Menpora. Tapi kita kontrak,” tegasnya. 

Teddy mengakui proses perekrutan farshad noor ini berlangsung cukup alot. Terutama saat meyakinkan untuk bisa bermain di Liga Indonesia yang merupakan kali pertama akan dialaminya. 

“Cukup lama. Cukup lamanya karena untuk meyakinkan bisa main di sini. Bukan berarti harga kontrak dan lain-lain. Tapi akhirnya Robert bisa meyakinkan sepak bola di Indonesia seperti apa,” tuturnya.

Farshad sendiri, sedikit banyaknya, sudah mengenal langgam sepak bola Indonesia, setidaknya Asia Tenggara. Sebab, debutnya bersama tim nasional afganistan, dilakukan saat menghadapi Singapura dalam laga uji coba, empat tahun lalu. Tak lama berselang, dia pun melakukan debut pada laga resmi dengan menghadapi Vietnam di babak kualifikasi Piala Asia 2019.

Rencananya, pemain berusia 26 tahun itu akan bergabung dengan persib pada 6-7 hari ke depan. Sebab aturan pemerintah menyatakan warga negara asing yang baru tiba di Indonesia harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu untuk memastikan diri terhindar dari Covid-19. 

“Jadi dia menyusul ke Sleman (menjalani Piala Menpora),” katanya.

Terkait mengenai pemain incaran lainnya, Teddy memastikan persib tidak akan melakukan tambahan pemain asing. Sebab kuota pemain asing sudah terpenuhi. 

“Kalau pemain lokal, kita belum bisa bilang iya atau nggak. Karena kompetisi masih lama. Masih ada waktu beberapa bulan. Kalau pendaftaran belum tutup kita buka opsi itu semua,” pungkasnya. (muhammad ginanjar/ing)
 


Editor : Zulfirman