Ancaman DBD Hantui Cimahi, Dinkes Minta Warga Cimahi Waspada

Ancaman demam berdarah dengue (DBD) tengah menghancurkan warga Kota Cimahi jelang puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada November dan Desember 2024.

Ancaman DBD Hantui Cimahi, Dinkes Minta Warga Cimahi Waspada
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengatakan, kendati kasus DBD di wilayahnya cenderung menurun, namun pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi agar selalu waspada terhadap potensi DBD. (net)

INILAHKORAN, Ngamprah - Ancaman demam berdarah dengue (DBD) tengah menghancurkan warga Kota Cimahi jelang puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada November dan Desember 2024.

Melihat hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi demam berdarah dangue (DBD) tersebut.

Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengatakan, kendati kasus DBD di wilayahnya cenderung menurun, namun pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi agar selalu waspada terhadap potensi DBD.

Berdasarkan data Dinkes Kota Cimahi, kasus DBD yang terdata sampai September 2024 sudah mencapai 738 kasus. 

"Jumlah kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu cenderung mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir," kata Mulyati belum lama ini.

Secara rinci Mulyati menjelaskan, pada Januari 2024, jumlah kasus DBD di Kota Cimahi tercatat ada 142 orang, Februari ada 154 kasus, Maret ada 160 kasus, April ada 102 kasus, Mei ada 82 kasus, Juni ada 45 kasus, Juli ada 33 kasus, Agustus ada 15 kasus dan September ada 5 kasus.

"Untuk total kasus yang meninggal ada 6 orang. Kalau secara keseluruhan kasusnya memang ada penurunan," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mengingat Kota Cimahi merupakan wilayah endemi kasus DBD

"Terlebih ketika turun hujan dimana potensi tumbuhnya jentik nyamuk aedes aegypti cukup tinggi," tuturnya.

Lebih lanjut Mulyati menjelaskan, jentik nyamuk itu bisa berkembangbiak di genangan-genangan air sehingga harus dilakukan 3M, yakni menguras tempat atau wadah penampung air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan menimbun barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air menggenang.

Selain PSN, Dinkes Kota Cimahi juga menyarankan masyarakat Kota Cimahi menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Seperti bunga lavender, daun siri dan daun mint. Sebab, tanaman-tanaman tersebut diyakini bisa mengusir nyamuk penyebar virus DBD

"Kita anjurkan menanam tanama yang bisa mengusir nyamuk. Contoh bunga lavender, daun siri, daun mint," sebutnya.

Tak cuma itu, pihaknya pun menyarankan agar masyarakat memelihara ikan cupang, mujair, mas dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit dijangkau. 

Pasalnya, keberadaan berbagai jenis ikan itu akan menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypty.

"Ikan cupang atau ikan lainya juga adalah pemakan jentik. Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembangbiak jadi nyamuk penyebab DBD," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani