Angin Puting Beliung Mendera, Dua Desa di Kecamatan Saguling KBB Porak-poranda 

Bencana angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu 4 Mei 2024 sekitar pukul 15.00 WIB.

Angin Puting Beliung Mendera, Dua Desa di Kecamatan Saguling KBB Porak-poranda 
Puluhan bangunan dan fasilitas umum di Desa Cikande dan Desa Cipangeran di Kecamatan Saguling KBB porak-poranda akibat diterjang angin puting beliung tersebut. (agus satia negara))

INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu 4 Mei 2024 sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibatnya, puluhan bangunan dan fasilitas umum di Desa Cikande dan Desa Cipangeran di Kecamatan Saguling KBB porak-poranda akibat diterjang angin puting beliung tersebut.

"Lokasi pertama, angin puting beliung menerjang Kampung Lebak Muncang, Desa Cikande Saguling dan merusak setidaknya 19 bangunan rumah dan sebuah masjid. Dua rumah diantaranya mengalami rusak berat," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Suheri kepada wartawan, Minggu 5 Mei 2024.

Lokasi kedua, sambung Suheri, terjadi di Kampung Cidekul RT 02/04, Desa Cipangeran. Setidaknya, sebanyak 11 rumah terdampak bencana angin puting beliung.

Menurutnya, peristiwa angin puting beliung terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi menerjang kawasan tersebut. 

"Kejadian itu terjadi ketika hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 15.00 WIB," tuturnya.

Saat bencana alam itu terjadi, terang Suheri, pohon-pohon di wilayah tersebut tumbang dan membuat atap bangunan warga berterbangan hingga berjatuhan.

"Hasil asesmen di dua desa, sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap (genteng atau asbes) terbang jatuh," terangnya.

Kini, ungkap Suheri, para warga terdampak sebagian besar terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sebagian warga mengungsi terlebih dahulu ke rumah keluarga karena memang sebagian rumah masih dalam tahap perbaikan pasca bencana," ungkapnya.

Kendati demikian, Suheri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana angin puting beliung tersebut.

Namun, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

"Saat situasi cuaca seperti saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena bencana bisa datang kapan saja," pungkasnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani