Angka Kebakaran Menurun, Pelayanan Darurat Damkar Cimahi Tetap Tinggi

Angka kebakaran di Kota Cimahi menurun, namun tingkat permintaan pelayanan darurat non kebakaran ke Damkar semakin meningkat

Angka Kebakaran Menurun, Pelayanan Darurat Damkar Cimahi Tetap Tinggi
Petugas Damkar Kota Cimahi tengah membantu mengevakuasi dan membersihkan rumah warga dari bencana banjir beberapa waktu lalu. Data dinas kebakaran menyebutkan jika angka kebakaran menurun namun pelayanan darurat non kebakaran semakin meningkat.

INILAHKORAN.ID – Pola penanganan darurat di Kota Cimahi mengalami pergeseran signifikan. Data Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmatan) menunjukkan angka kejadian kebakaran terus menurun selama beberapa tahun terakhir.

Kendati demikian, permintaan layanan non kebakaran justru melonjak tajam, mencerminkan perluasan peran Damkar sebagai responder darurat lintas situasi.

Berdasarkan rekapitulasi data, tren penurunan kebakaran dimulai sejak 2023. Pada tahun itu, tercatat 103 kejadian kebakaran dan 434 kasus non kebakaran.

Angka tersebut berubah drastis pada 2024, di mana kejadian kebakaran turun menjadi 47 kasus, sementara layanan non kebakaran naik menjadi 617 kasus.

Tren serupa berlanjut pada 2025 dengan 46 kejadian kebakaran dan 627 penanganan non kebakaran.

Memasuki tahun 2026, hingga periode berjalan (per 31 Maret), jumlah kejadian kebakaran hanya tercatat 7 kasus, sedangkan layanan non kebakaran sudah mencapai 178 penanganan.

"Alhamdulillah, tren kebakaran memang menunjukkan penurunan yang konsisten. Dari 103 kasus pada 2023, turun menjadi 47 di 2024 dan 46 di 2025, serta hanya 7 kasus hingga saat ini di tahun 2026," kata Kepala Bidang Pemadam kebakaran dan penyelamatan Damkar Cimahi, Achmad Suparlan saat dikonfirmasi, Rabu 1 April 2026.

Sementara itu, lanjut Achmad, peningkatan layanan non kebakaran didominasi evakuasi hewan seperti tawon dan ular, serta penanganan kondisi darurat rumah tangga lainnya.

"Hal ini menandakan peran Damkar yang semakin kompleks dan menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujarnya.

Achmad menjelaskan, faktor utama penyebab kebakaran di Cimahi masih berakar pada kelalaian manusia, terutama terkait instalasi listrik dan penggunaan gas.

"Mayoritas disebabkan korsleting listrik akibat bahan instalasi dan cara penyambungan yang kurang baik. kebakaran akibat gas jarang terjadi, namun bila terjadi seringkali disertai ledakan," jelasnya.

Menurutnya, kebakaran tak hanya terjadi di permukiman warga, tetapi juga sektor industri. Salah satu kasus besar terjadi di pabrik mebel pada bulan puasa lalu, yang disebabkan korsleting listrik saat pegawai sudah pulang dan menimbulkan kerugian sekitar 100-an miliar rupiah.

Untuk meningkatkan kapasitas, lanjut dia, Damkar Cimahi menjalin koordinasi dengan berbagai pihak termasuk PLN, bahkan telah melakukan pelatihan teknis untuk meningkatkan pemahaman petugas terkait kelistrikan.

"Damkar harus multitalenta, tidak hanya mampu memadamkan kebakaran, tetapi juga menguasai pengetahuan tentang listrik, penyelamatan hewan, tumbuhan, hingga manusia," jelasnya.

Meski begitu, di balik capaian tersebut Damkar Cimahi menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan personel dan minimnya pos layanan. Idealnya, satu pos layanan harus menanggung tiga kelurahan untuk memastikan respons cepat.

"Saat ini kita memiliki 12 armada dengan enam unit pancar yang dinilai cukup untuk cakupan tiga kecamatan. Namun dari sisi sumber daya manusia, jumlahnya masih jauh dari ideal," paparnya.

"Idealnya kita membutuhkan 191 anggota untuk menyesuaikan armada yang ada, namun saat ini hanya memiliki 62 orang yang dibagi menjadi tiga regu," ungkapnya.

Meski demikian, Achmad menegaskan, pihaknya terus mengoptimalkan kemampuan personel dengan meningkatkan kompetensi di berbagai bidang.

"Saya berprinsip bahwa setiap anggota Damkar harus memiliki lima kemampuan: sebagai fighter, helper, operator kendaraan, rescue, dan mampu melakukan asesmen," ucapnya.

"Dengan kapasitas yang ditingkatkan, kami berharap dapat menangani tantangan yang ada," tandasnya.***


Editor : Ahmad Sayuti