Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Bandung Alami Penurunan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mencatat, adanya penurunan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Bandung Alami Penurunan
Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak (DP3A) Kota Bandung mencatat, adanya penurunan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati mengatakan, bukan hanya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan saja. Fenomena kasus terhadap usia anak juga diklaim menurun di tahun ini. 

"Jadi secara umum, keseluruhan kasus, baik perempuan dan anak dari tahun 2023 sebetulnya mengalami penurunan dari tahun ke tahun," kata Uum Sumiati pada Senin 22 Juli 2024.

Dikemukakan ia, kasus kekerasan yang sebelumnya sempat mencapai 465 kasus. Akan tetapi saat ini, kasus kekerasan di Kota Bandung tersebut mulai menurun sekitar 430 kasus.

"Kasus perkawinan usia anak juga turun. Tren tiga tahun terakhirnya, perkawinan usia anak alami penurunan. Sebelumnya sempat mencapai 465 kasus. Tetapi saat ini turun menjadi 430 kasus," ucapnya.

Selain itu Uum juga menyebut, bentuk kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga tindakan penelantaran terhadap anak maupun perempuan

Di sisi lain, Uum mengungkapkan, jika warga masyarakat ada yang terkena kekerasan domestik, baik itu dari rumah tangga maupun di luar wilayah tersebut, dapat segera melaporkan ke unit pelayanan terdekat. 

"Bisa memilih mau datang langsung ke UPTD bila sudah terjadi kekerasan. Namun misalkan hanya untuk konsultasi, boleh ke Puspaga UPTD kami. Nanti ada asesmen awal oleh konselor umum kita," ujar dia. ***


Editor : Ahmad Sayuti