Angka Kriminalitas Meningkat, Ridwan Kamil Sebut Ini PR Bersama
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut seiring dengan naiknya angka kriminalitas pada saat ini khususnya di Kota Bandung, menjadi tanggungjawab bersama bagi para pemangku kebijakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut seiring dengan naiknya angka kriminalitas pada saat ini khususnya di Kota Bandung, menjadi tanggungjawab bersama bagi para pemangku kebijakan.
Ridwan Kamil menuturkan, dengan adanya dinamika sosial ini dibutuhkan penyempurnaan pada suatu sistem agar persoalan tersebut dapat ditekan. Ini bertujuan, sebagai langkah pencegahan agar peluang tindak kejahatan dapat diminimalisir. Selain upaya penyelesaian oleh pihak berwajib terus dilakukan, terhadap para pelaku kriminalitas.
“Saya sudah berkoordinasi, kan yang ditangkap juga banyak. Jadi, dinamika sosial. Contoh, kejahatan itu sifat manusia. Kalau ada kejahatan, belum tentu karena polisinya tidak bekerja, tapi memang sebagian kelompok masyarakat punya sifat melanggar. Pertanyaannya yang terpenting apakah ditindak? Kan begitu. Kan ada jawabannya kemarin (ditangkap),” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kamis 5 Januari 2023.
“Jadi pertanyaannya, apakah polisi bertindak? Bertindak. Hasilnya ada. Tapi kenapa kejahatannya semakin banyak? Ya ini PR Bersama, kenapa masih banyak gitu kan. Berarti ada sistem sosial di kita yang harus juga di sempurnakan,” imbuhnya.
Menyikapi masalah ini, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil mendorong agar Sistem Keamanan Keliling (Siskamling) agar kembali diterapkan, dimana harapannya dapat mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, sebagai bentuk mitigasi terhadap kejahatan.
“Makanya siskamling kita tingkatkan lagi. Apakah dengan siskamling, artinya aparat keamanan tidak bertugas? Kan enggak juga. Keamanan karena kewajiban bersama. Keamanan, kebersihan, ketertiban mah tanggungjawab bersama. Kalau kalian cinta negeri ini, kalian berbuat sesuatu. Makanya bagi saya, yang anda-anda perhatikan, itulah dinamika pembangunan. Yang penting mah itu, negara bekerja apa enggak. Kritiklah kami, kalau kami tidak bekerja. Dalam bekerja, ada kesulitan yang seringkali tidak dipahami prosesnya,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Kang Emil menilai bahwa angka kriminalitas di Jawa Barat masih cukup terkendali bila merujuk berdasarkan data di 2021. Hanya saja memang diakuinya, dimanapun kejahatan pasti akan selalu ada, meski dengan sistem yang canggih sekalipun karena hal ini menyangkut personalitas manusia.
“Jumlah kriminalitas di Jawa Barat tahun 2021, kita ranking 10. Kita tujuh ribuan pertahun, tahun 2021 akhir. Berbanding 30 ribuan di provinsi lain yang penduduknya hanya seperlima dari Jaw Barat. Jadi sebenarnya kalau pakai angka statistik, Jawa Barat itu tingkat kriminalitasnya sangat rendah. Tapi namanya kejahatan yang melibatkan manusia, semua sistem negara yang keamanannya lengkap segala rumah, namanya kejahatan mah ada saja karena itu sifat manusia,” tandasnya.*** (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

