Angka Prevalensi Stunting Berada di 16,4 Persen, Pemkot Cimahi Luncurkan Program Ranting Emas
Tingginya angka prevalensi stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Tingginya angka prevalensi stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Pasalnya, berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022, prevalensi stunting di Kota Cimahi masih berada pada angka 16,4 persen.
"Saat ini stunting masih menjadi persoalan besar nasional yang harus diatasi secepatnya, baik di tingkat nasional dan daerah," kata Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana kepada wartawan.
Menurut Maria, penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin guna menghindari dampak jangka panjang yang merugikan tumbuh kembang anak, baik pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan dan kemampuan produktivitas anak pada saat dewasa.
"Sebagai isu prioritas nasional pemerintah telah menetapkan target prevalensi stunting nasional sebesar 14 persen," tuturnya.
Maria menyebut, tingginya prevalensi stunting di Kota Cimahi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain intervensi penanganan stunting masih belum terpadu; Pelibatan pihak lain di luar pemerintah masih kurang; Data keluarga beresiko stunting yang tidak real time karena verifikasi dan validasi hanya dilakukan setahun sekali.
"Sosialisasi dan edukasi tentang stunting belum optimal dan belum adanya sistem informasi data stunting terpadu yang bisa dijadikan sebagai bahan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi penanganan stunting," sebutnya.
Oleh karena itu, dalam rangka mengoptimalkan penanganan stunting Pemkot Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi meluncurkan Ranting Emas (Strategi percepatan penurunan stunting dan edukasi masyarakat berbasis pentahelix) yang sekaligus disosialisasikan kepada seluruh Ketua RW se-Kota Cimahi beberapa waktu lalu.
"Ranting Emas merupakan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pihak pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha dan media dalam percepatan penurunan stunting," bebernya.
Selain itu, Ranting Emas juga didukung sistem terintegrasi data melalui sarana aplikasi percepatan penurunan stunting (Sappeuting Emas) dari tingkat Kelurahan sampai tingkat Kota sehingga data dapat tersaji secara riil time.
"Ranting Emas ini diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu dalam percepatan penurunan stunting dengan memastikan seluruh intervensi baik spesifik maupun sensitif pada keluarga beresiko stunting," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

