Program Petani Zilenial Minim Peminat, Hengky Minta DKPP Terus Lakukan Regenerasi
Sebanyak 16 Petani Zilenial di Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi di wisuda di Bumi Pancasona Sport Club, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 16 petani zilenial di Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi di wisuda di Bumi Pancasona Sport Club, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat.
Jumlah tersebut berkurang dibandingkan saat launching Petani dan Peternak Zilenial pada Senin 25 April 2022, yakni 150 peserta yang merupakan perwakilan dari 16 kecamatan di KBB.
Bupati Bandung Barat, hengky kurniawan mengungkapkan, program petani zilenial ini setahun lalu dilaunching Pemerintah Daerah (Pemda) KBB. Namun, yang tersaring hanya 16 petani zilenial.
"Tentunya harapan saya semoga ilmunya bermanfaat dan diaplikasikan," ungkapnya kepada wartawan, Jumat 7 Juli 2023.
"Khususnya, untuk memajukan dunia pertanian di KBB, menjadi contoh bagi zilenial yang lain bahwa profesi petani ini bisa sejahtera," sambungnya.
Meski begitu, Hengky tak menampik tidak banyak anak muda yang berminat untuk menekuni dunia pertanian dengan beragam macam rintangan.
"Kalau kita survey tadi memang tidak banyak anak muda yang berminat dengan berbagai tantangan, seperti takut gagal panen, hama dan lain sebagainya," ujarnya.
Namun, Hengky pun menyampaikan bahwa semua pekerjaan ada memiliki risiko, hanya saja yang terpenting harus ulet dan rajin bekerja keras lantaran profesional petani zilenial ini luar biasa potensinya.
"Alasannya, makan ini kebutuhan dasar manusia, sehingga potensi ke depannya juga besar dan kalau nanti sukses bisa berinovasi bisa juga membuka lapangan pekerjaan," bebernya.
"Kan banyak bidang-bidang yang membutuhkan SDM, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan ditambah potensi ekspor dan lain sebagainya," imbuhnya.
Selain itu, Hengky juga berpesan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB agar terus melakukan regenerasi petani zilenial setiap tahunnya.
"Program petani zilenial harus terus berjalan meski jumlahnya sedikit, namun SDMnya berkualitas," ucapnya.
Selanjutnya, tambah Hengky, petani yang sudah eksisting diklaim pihaknya lantaran yang terpenting harus terus mencari yang baru dengan usia zilenial.
"Nanti, betul-betul kualitasnya kita perhatikan, sehingga ke depan bisa betul-betul berinovasi dan memajukan pertanian di KBB," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

