Kena Sabetan Gelasan Layangan, Seorang Warga Cipongkor KBB Nyaris Kehilangan Penglihatannya 

Nasib nahas menimpa Abdul Khodir (54) warga Cijenuk Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang hampir kehilangan matanya usai terkena sabetan layangan di Jalan Raya Citiis Cililin, sekitar pukul 12.30 WIB.

Kena Sabetan Gelasan Layangan, Seorang Warga Cipongkor KBB Nyaris Kehilangan Penglihatannya 

INILAHKORAN, Ngamprah - Nasib nahas menimpa Abdul Khodir (54) warga Cijenuk Kecamatan cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang hampir kehilangan matanya usai terkena sabetan layangan di Jalan Raya Citiis Cililin, sekitar pukul 12.30 WIB.

Kendati nyaris merenggut nyawa Abdul, namun sabetan gelasan layangan tersebut membuat luka serius di bagian matanya.

“Kejadiannya saat bapak pulang dari Batujajar, di Jalan Raya Citiis Cililin, sekitar pukul 12.30 WIB,” jelas Dinda Putri (19) anak korban saat dihubungi, Jumat 7 Juli 2023.

Dari pengakuan sang Ayah, Dinda menuturkan, usai terkena sabetan gelasan layangan di Jalan Raya Citiis Cililin, korban langsung menghentikan laju kendaraannya.

“Tiba di rumah, bapak bilang pedih-pedih. Matanya kena gelasan di Citiis, sempat berhenti di tengah jalan tapi bapak memaksakan pulang ke rumah,” terangnya.

“Luka sobek di ujung mata, lumayan dalam lukanya. Alhamdulillah engga sampai dijahit. Sekarang matanya membengkak, meskipun lukanya sudah ditangani,” bebernya.

Melihat kondisi yang dialami sang ayah, Dinda pun meminta agar pemain layang-layang bisa bermain di ruang terbuka seperti di lapang. 

Sebab, menurut Dinda, bila tidak ditertibkan dikhawatirkan bakal membahayakan bagi pengendara ataupun pejalan kaki.

“Lebih diperhatiin lagi, dan lebih diawasi anak-anaknya yang lagi bermain layangan," ungkapnya.

"Kalau bisa mah di ruang terbuka seperti lapang. Sudah ada korban seperti ini tetap keluarga yang khawatir dan nanggung biaya pengobatan,” ujarnya.

Terpisah, warga lainnya, Agus Mikail menilai, bermain layang-layang di lapang atau jauh dari pemukiman warga tetap saja sifatnya berbahaya.

"Karena benang dan layang-layang kalau putus akan jatuh tidak mesti di tempat awal dimainkan, bisa saja terbawa angin ke pemukiman dan menyisakan  benang yang melintang di jalan," tegasnya.

Selain itu, sambung dia, di permukiman juga bakal memunculkan potensi kebakaran lantaran adanya gesekan kabel listrik saat benang layang-layang menyangkut.

"Atas kejadiannya ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, dan lebih hati-hati di saat musim layang-layang seperti sekarang ini," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana