Angkat Suara Soal Desakan Munaslub untuk Lengserkan Airlangga Hartarto, Ali Hasan Minta Golkar Pusat Segera Cari Pasangan Capres
Politisi senior Partai Golkar Jawa Barat, Ali Hasan angkat suara terkait munculnya desakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk melengserkan Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum Partai Golkar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, cimahi - Politisi senior Partai Golkar Jawa Barat, Ali Hasan angkat suara terkait munculnya desakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk melengserkan airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum Partai Golkar.
Kondisi tersebut terjadi lantaran dipengaruhi oleh sikap partai berlambang beringin itu yang hingga kini belum memutuskan bakal calon presiden (capres) yang akan diusung pada pemilu 2024 mendatang.
"Sikap kita di daerah tentunya ingin Partai Golkar pusat secepatnya cari pasangan agar kami tidak ragu-ragu," ungkap Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat ini saat ditemui di Cimahi belum lama ini.
Menurutnya, DPP Partai Golkar harus secara tegas memastikan siapa yang layak berpasangan dengan capres partainya.
"Ini harus segera, mau dengan siapa Golkar ini. Itu yang sedang kita tunggu-tunggu," tuturnya.
Kendati demikian, Ali pun mengakui Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar tersebut memang sangat berhati-hati dalam memilih dan menentukan pasangan.
"Tapi jangan sampai ketinggalan kereta api juga supaya ada kepastian," ujarnya.
Intinya, tegas Ali, pihaknya hanya bisa mendorong agar DPP Partai Golkar pusat segera cepat membuat pilihan yang pasti
"Kita hanya bisa mendorong dan mendoakan agar cepat selesai. Sedangkan untuk arahnya terserah ketum saja," ujarnya.
Diketahui, desakan untuk diselenggarakannya munaslub muncul dari sejumlah politikus senior Partai Golkar yang menilai Airlangga telah gagal melaksanakan amanat munas tahun 2019 lalu.
Tak hanya itu, Dewan Pakar Golkar, Ridwan Hisjam, bahkan meminta Airlangga untuk mengundurkan diri sebagai ketum karena diperiksa dalam kasus dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah (CPO).*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
