Warisan Airlangga Sutjipto Turun pada Sang Putri, Aqilla Davina
Di antara hiruk pikuk Lapangan Infini Soegiri Pusdikpom, Cimahi, terlihat seorang anak perempuan berpostur mungil penuh percaya diri sedang mengikat tali sepatunya bergerak mengikuti setiap langkah kecilnya menuju lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di antara hiruk pikuk Lapangan Infini Soegiri Pusdikpom, Cimahi, terlihat seorang anak perempuan berpostur mungil penuh percaya diri sedang mengikat tali sepatunya bergerak mengikuti setiap langkah kecilnya menuju lapangan.
Dialah Aqilla Davina Putri. Pemain muda Saswco Mojang U-15 yang tengah mencicipi atmosfer kompetisi Liga Putri Nasional bertajuk Hydroplus Soccer League 2025.
Nomor 35 yang dikenakannya berhasil mencuri perhatian karena posisinya sebagai bek tengah sangat konsisten menampilkan kedewasaan bermain melampaui usianya.
Dalam laga pekan kelima kontra Aksis Akademi, Saswco Mojang mencatat nirbobol, bukan hanya berkat kokohnya lini belakang, tetapi juga peran sentral seorang Aqilla yang tampil membaca permainan dengan tajam, tenang, dan penuh keyakinan.
Namun, penampilan impresif itu sesungguhnya bukan kejutan. Di tubuh Aqilla, mengalir kuat DNA sepak bola dari keluarga besar yang namanya sudah terpatri dalam peta sepak bola Indonesia.
Dari luar, Aqilla mungkin hanya terlihat seperti remaja berusia belasan tahun yang mencintai sepak bola. Namun menelusuri jejak keluarganya, akan terlihat jelas bahwa ia sebenarnya sedang meneruskan sebuah tradisi panjang dari nama Airlangga Sutjipto.
Seorang sosok familiar bagi para pecinta sepak bola Indonesia. Airlangga Sutjipto merupakan penyerang Timnas Indonesia sekaligus Persib Bandung. Ia menatap serius penampilan dari sang putri di tepi lapangan.
“Senang ya, apalagi ini anak pertama saya. Mungkin ada turunan sepak bolanya, jadi dia juga senang main bola. Saya dukung, apalagi sekarang sudah ada liganya,” ucap Airlangga.
Ronggo-sapaan akrabnya tidak pernah secara khusus mengarahkan Aqilla untuk mengikuti jejaknya menjadi pemain sepak bola. Namun lingkungan kadang bekerja lebih kuat dari rencana.
Sejak kecil, Aqilla tumbuh di tengah perjalanan karier sang ayah. Ia terbiasa menyaksikan laga dari tribun, mengamati ayahnya berlatih, bertemu pemain profesional, dan mendengar cerita tentang dunia sepak bola.
“Jadi mungkin dia tau bapaknya main bola, sering ke stadion, ke lapangan, sering ikut latihan juga. Jadi dia mungkin senang bermain bola, saya support aja,” katanya.
Ketertarikan itu lambat laun berubah menjadi kecintaan. Yang semula hanya bermain-main di halaman rumah, kini Aqilla telah menemukan panggung untuk menunjukkan bakatnya.
“Selama anaknya menikmati, saya dukung. Kalau suatu saat mau jadi atlet, ya harus disiplin, kerja keras, dan rajin latihan,” tegasnya.
Di mata Ronggo, apa yang kini dialami Aqilla adalah gambaran dari masa depan yang lebih cerah bagi para pemain perempuan muda.
Dengan dukungan struktur kompetisi yang jelas, anak-anak seperti Aqilla memiliki ruang untuk berlatih, berkembang, dan bermimpi setinggi-tingginya.
“Sepak bola putri di luar negeri itu konsisten. Nah, dengan adanya kompetisi seperti ini, gairah sepak bola putri di sini jadi hidup lagi. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi, baik kompetisinya maupun para pemainnya,” ujarnya.
Bakat itu ternyata bukan hanya berasal dari Ronggo. Lebih jauh lagi, Bambang Sucipto, sang kakek, pernah memperkuat Persija Jakarta di masa mudanya dan sang nenek, Yati Sumaryati, merupakan mantan penjaga gawang Putri Priangan.
“Keluarga ayah banyak yang main bola, jadi aku ikut terinspirasi,” kata Aqila.
Cita-cita Aqilla begitu jelas dan mengalir tanpa ragu dari mulutnya. Ia ingin mengikuti jejak sang ayah, mengenakan lambang Garuda di dada.
Ia tahu jalan ke sana tidak mudah. Ia tahu dunia sepak bola putri masih penuh tantangan. Namun bagi Aqilla, inspirasi terbesar selalu ada di rumah.
“Harapan aku ya dari sekarang juga pengen masuk ke Timnas, karena perkembangan dari sekarang sampai usia nanti itu masih panjang, jadi butuh proses,” tutup Aqilla.***
Editor : JakaPermana

