Anomali Persib: Ketika Dua Ambisi Mengganggu Mimpi
Mimpi hattrick juara diapungkan Persib. Kini ada dua ambisi yang datang 'mengganggu'
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Sejak awal kompetisi musim 2025/2026 bergulir, mimpi Persib Bandung hanya satu: mencetak hattrick juara Super League. Kini, mimpi itu 'terganggu' dua ambisi besar.
Ambisi di tengah mimpi mendominasi supremasi sepak bola tanah air muncul seiring kiprah manis Maung Bandung di level Asia. Skuat Bojan Hodak, itu kini sudah menginjak babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2.
Berbeda dengan musim sebelumnya yang harus tersingkir sejak fase grup, performa Maung Bandung tahun ini benar-benar melambung.
Persib sukses merajai Grup G untuk lolos memperebutkan satu tiket ke babak 8 besar sebagai juara grup. Mereka akan menghadapi wakil dari Thailand, Ratchaburi FC dalam pertarungan dua leg di sistem gugur nanti.
Di ajang Super League, Maung Bandung pun sudah berada di jalur juara. Mereka kini memuncaki klasemen sementara meski hanya unggul secara head to head dari Borneo FC.
Pelatih Bojan Hodak pun angkat bicara soal kompetisi mana yang menjadi prioritas utama di musim 2025-2026.
Pelatih asal Kroasia ini menjelaskan selama ini Persib Bandung selalu melaju bersamaan, baik di ACL Two maupun Super League.
“Dan kami berusaha sejauh mana kami bisa melangkah,” ujar Bojan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis 1 Januari 2026.
Hasilnya, Persib Bandung meraih hasil terbaik di dua kompetisi tersebut. Menjadi juara grup di ACL Two dan menduduki puncak klasemen sementara Super League 2025-2026.
Pelatih berkepala plontos ini akui Persib Bandung tidak memiliki tekanan atau beban menjalani laga di ACL Two. Apalagi kini timnya sudah berhasil melenggang ke babak 16 besar.
“Tapi kami juga ingin lebih baik dari musim lalu. Musim lalu, kami kalah di fase grup dan tahun ini kami menjadi juara grup,” tuturnya.
Karena itu, Bojan memastikan saat ini Persib hanya akan melihat pertandingan demi pertandingan, hingga sejauh mana pada akhirnya timnya bisa melangkah terutama di kompetisi Asia.
“Sedangkan di Liga (Super League), sekarang kami ada di urutan pertama meskipun empat tim jarak poinnya sangat dekat.
Mungkin bagi kami, ini menjadi kerugian. Tapi kami akan berusaha yang terbaik di kedua kompetisi. Kita akan melihat, sejauh mana kami bisa melaju,” tegasnya.
Tergantung PSSI

Sementara itu, Hodak sebut nasib Persib di babak 16 besar ACL 2 tergantung kebijakan PSSI dan I League selaku operator kompetisi.
Pasalnya jadwal Persib Bandung di babak 16 besar ACL Two melawan Ratchaburi FC kembali berdekatan dengan pertandingan timnya di Super League 2025-2026.
Tercatat, setelah melakoni leg pertama pada 11 Februari 2026 di kandang Ratchaburi FC, Persib Bandung dihadapkan pertandingan melawan Borneo FC pada 16 Februari 2026 di Samarinda.
Namun hanya berselang dua hari atau tepatnya pada 18 Februari 2026, Persib harus kembali ke Bandung untuk menjalani leg kedua 16 Besar ACL Two melawan Ratchaburi FC.
Kondisi tersebut membuat Bojan Hodak untuk menyerahkan nasib timnya ini ke PSSI dan I League. Harapannya dilakukan penyesuaian jadwal untuk laga melawan Borneo FC.
Sebab jika tidak diubah, maka Persib Bandung hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas untuk menjalani laga penentuan babak 16 besar ACL Two tersebut.
“Ini bisa saja berdampak (kepada performa Persib), jadi pada akhirnya ini tergantung pada PSSI dan Liga, jika ingin wakil dari Indonesia melaju di kompetisi itu (ACL Two) maka mereka harus membantu kami,” ujar Bojan.
Sebelumnya, I League selaku operator Super League juga sempat melakukan penyesuaian jadwal Persib Bandung saat melawan Malut United.
Semula pertandingan ke-12 Super League 2025-2026 itu digelar pada 9 November 2025. Namun ditetapkan menjadi 14 Desember 2025.
Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Persib Bandung yang tengah berjuang di ajang ACL Two.
Hasilnya, Persib Bandung berhasil melenggang ke babak 16 besar setelah memastikan diri menjadi juara grup G mengungguli Bangkok United (Thailand), Lion City Sailors FC (Singapura) dan Selangor FC (Malaysia).***
Editor : Bsafaat

