Antisipasi Bencana, Polisi Pelototi Sejumlah Wilayah di Bandung

Polrestabes Bandung menegaskan pihaknya siap melakukan antisipasi dan penanggulangan bencana di wilayah Kota Bandung. Sejumlah titik rawan bencana pun mulai disoroti.

Antisipasi Bencana, Polisi Pelototi Sejumlah Wilayah di Bandung

INILAH, Bandung - Polrestabes Bandung menegaskan pihaknya siap melakukan antisipasi dan penanggulangan bencana di wilayah Kota Bandung. Sejumlah titik rawan bencana pun mulai disoroti.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan, dalam melakukan antisipasi dan penanggulangan bencana, polisi tidak bekerja sendiri. Pihaknya akan bersinergi dengan instansi lainnya, diantaranya, Pemerintah Kota Bandung, dan TNI

Selain bersinergi dengan instansi diluar kepolisian. Polrestabes Bandung juga akan mendapatkan dukungan dari Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dalam melakukan antisipasi dan penanggulangan bencana.

"Kita melihat dan mengevaluasi dari beberapa kerawanan adanya bencana baik itu banjir, kebakaran, tanah longsor maupun yang lainnya. Dari hal yang mungkin terjadi tentunya kita harus antisipasi bersama, apa yang kami lakukan secara sinergis," ucap Irman usai rapat koordinasi tim antisipasi dan penanggulangan bencana, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (14/1/2020).

"Polrestabes juga dibackup oleh polda, brimob kemudian instansi terkait lainya dalam rangka penanggulangan bencana, apabila terjadi bencana di kota bandung," sambung Irman.

Irman mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, pada bulan Januari hingga Febuari diprakirakan waktu puncak musim penghujan.

Oleh karena itu, lanjut Irman, polisi dan instansi terkait sedang merumuskan langkah jangka pendek untuk mengantisipasi agar tidak terjadi bencana di Kota Bandung. Khusunya bencana banjir.

"Kami mendapatkan informasi juga terkait curah hujan, memang hari ini keliatan agak tidak cerah, karena pengaruh badai claudia yang ada di australia. Namun, informasi dari BMKG kalau sudah selesai badainya kemungkinan itu akan terjadi curah hujan kembali di kota bandung," ujar Irman.

"Sehingga kami beserta instansi terkait merumuskan langkah-langkah jangka pendek, antara TNI-Polri, maupun instansi lainnya untuk sama-sama melihat beberapa titik rawan banjir di Kota Bandung," lanjut Irman.

Lebih lanjut, Irman menuturkan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada personelnya di kewilayahan, agar melakukan sosialisasi untuk masyarakat terkait antisipasi bencana banjir, bersama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung.

"Kemudian nanti juga ada upaya sosialiasi kepada masyarakat terutama di titik rawan banjir. Diharapkan, kami bersama masyarakat dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir yang bisa menimbulkan korban jiwa," tuturnya.

Saat disinggung wilayah yang rawan bencana banjir. Irman menambahkan, terdapat lima wilayah di Kota Bandung yang disinyalir rawan terjadinya bencana banjir.

"Titik rawan banjir itu ada lima titik, pagarsih, gedebage, pasteur, rancasari, padasuka cicaheum, terutama aliran sungai citepus yah, sekitaran cidadap," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)


Editor : Bsafaat