Antisipasi Virus Corona, Polresta Bandung Turunkan Satgas

olresta Bandung mengklaim jika di wilayah hukumnya tidak ada penimbunan dan penjualan masker serta cairan antiseptik dengan harga di luar kewajaran.

Antisipasi Virus Corona, Polresta Bandung Turunkan Satgas
Kapolresta Bandung, Kombespol Hendra Kurniawan

INILAH,Bandung- Polresta Bandung mengklaim jika di wilayah hukumnya tidak ada penimbunan dan penjualan masker serta cairan antiseptik dengan harga di luar kewajaran.

Pihak Polresta Bandung juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bandung untuk tidak berlebihan dalam menyikapi persoalan wabah virus corona atau covid 19 itu.

"Sampai sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan. Memang barang agak langka yah, kalau lihat di daerah lain pengecer ini memborong dari mini market dan tempat lainnya. Mungkin mereka juga yang memborong disini jadi agak langka. Antisipasi yang dilakukan yakni dengan menurunkan Satgas untuk terus memantau. Pemantauan dilakukaan baik itu teknis penimbunannya maupun penyebaran virusnya. Dan sampai sejauh ini tidak ditemukan," kata Kapolresta Bandung, Kombespol Hendra Kurniawan, di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Minggu (8/3/2020).

Hendra juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bandung tidak berlebihan menyikapi wabah virus corona tersebut. Kata dia, selama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan selalu menerapkan pola hidup sehat, bisa mencegah penularan berbagai penyakit.

"Kami juga tidak membatasi masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas. Buktinya hari ini kita ngumpul disini banyak orang baik baik saja dan salam salaman. Enggak apa apa selama kita menjaga kebersihan dan selalu menerapkan pola hidup sehat," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, Habisnya masker sekali pakai dan cairan anti septik ternyata tak hanya terjadi di kota kota besar saja, di Kabupaten Bandung beberapa apotik sudah tak menjual lagi kedua barang tersebut sejak awal Februari lalu. Ulah penimbun diduga menjadi penyebab kelangkaan masker dan cairan anti septik tersebut. 

Winda salah seorang karyawan bagian pengadaan di Apotik Ihsan Farma di Jalan Raya Terusan Kopo KM 14 Soreang, mengatakan, kelangkaan masker sekali pakai itu terjadi sejak awal Februari lalu. Saat itu meski mulai langka, namun harga masih tetap yakni Rp 40 per box isi 50 pcs. Namun pembelian dibatasi maksimal 10 box saja.

"Nah pertengahan Februari, masker sekali pakai dengan merek paling bagus itu sudah enggak ada. Distributor juga enggak kirim barang lagi, adapun masker dengan merek murah yang dulu cuma Rp 15 perbox naik jadi Rp 50 ribu. Begitu juga dengan cairan anti septik untuk cuci tangan, sejak awal Februari barangnya enggak ada. Di apotik cabang kami juga sama kosong sejak Februari lalu,"kata Winda, Rabu (4/3/2020).

Kalaupun masih ada, kata Winda, harga jual masker sekali pakai merek terbaik itu sudah tak masuk akal. Dari biasanya harga eceran satuan Rp 1500, kini menjadi Rp 5000. Makanya, apotik tempatnya bekerja itu sudah tidak lagi menjual masker sekali pakai. Sedangkan masker yang terbuat dari kain, hingga saat ini harganya masih stabil yakni Rp 4000 per pcs dan stoknya terbilang banyak.

"Banyak yang beli itu penimbun buat dijual lagi mungkin yah. Soalnya kalau pembeli untuk dipakai yah paling banyak 5 pcs, kalau penimbun kan beberapa box sekali beli. Makanya sekarang langka dan hargamya melambung, saya lihat di toko online harga per box nya mencapai Rp 900 ribu. Setiap hari juga banyak orang datang mencari masker, sampai akhirnya kami tulis didepan kosong, karena bosan menjawab pertanyaan konsumen," ujarnya.(rd dani r nugraha).

 


Editor : Bsafaat