Antrean PPDB di SMAN 1 Soreang Bikin Pusing Orang Tua Siswa
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/SLB di Kabupaten Bandung mulai dibuka, Senin (17/6), salah satunya di SMA 1 Soreang sejak pukul 07.00 WIB. Sebagian orang tua siswa mengeluhkan kondisi antrean pendaftar yang tidak beraturan sehingga memusingkan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/SLB di Kabupaten Bandung mulai dibuka, Senin (17/6), salah satunya di SMA 1 Soreang sejak pukul 07.00 WIB. Sebagian orang tua siswa mengeluhkan kondisi antrean pendaftar yang tidak beraturan sehingga memusingkan mereka.
Ida Widya (39) salah seorang orang tua calon siswa, mengaku tidak mengalami kendala berarti selama proses pendaftaran. Namun, antrean yang tidak rapi membuat proses pendaftaran terlihat berantakan dan memusingkan orang tua siswa.
"Saya datang sejak pukul 07.00 WIB dapat antrean no 117 dan sampai sekarang masih nunggu panggilan," kata Ida saat mengantarkan anaknya Putri Zahra (16) lulusan SMP 1 Soreang, Senin (17/6/2019).
Ida mengatakan, anaknya mengikuti proses pendaftaran untuk kuota zonasi murni. Sebab NEM milik anaknya relatif kecil sehingga tidak masuk ke kuota zonasi kombinasi. Ia berharap agar anaknya bisa masuk ke SMA 1 Soreang. Kata dia, semua berkas sudah disiapkan untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh pihak sekolah.
"Saya tinggal di Bojong dekat Pasar Soreang, enggak tahu masuk zonasi murni atau tidak. Semoga saja masuk. Kalau soal teknis lainnya, yang bikin pusing iitu antreannya tidak rapi jadi pusing sendiri," katanya.
Salah seorang orangtua siswa lainnya, Cucu (48) merasa proses pendaftaran peserta didik baru di SMA 1 Soreang berjalan lancar. Hanya menurutnya, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi masih ada yang kurang.
Meski begitu, ia pun mengaku harus menunggu lama agar bisa dipanggil panitia. Sebab dirinya mendapatkan no antrean 171 padahal sudah datang ke sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.
"Saya daftarin anak untuk kuota zonasi kombinasi NEM. Semoga saja anak saya bisa masuk di SMAN Soreang," ujarnya. (Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat

