Apa Itu Gerd yang Viral di Medsos?? Begini Penjelasannya Menurut Dokter Rosandi
Dokter Rosandi menjelaskan bahwa penyakit gerd tidak menyebabkan meninggal dan tidak ada kaitannya dengan jantung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini warganet ramai membi arakan apa itu penyakit gerd yang dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah.
Di mana sebelumnya Lula Lahfah menyebutkan dirinya menderita penyakit gerd hingga usus membengkak dan gagal jantung yang menyebabkan dia meninggal.
Karena hal ini, banyak netizen menyebutkan bahwa penyakit gerd bisa menyebabkan munculnya masalah pada jantung.
Karena ramainya isu tersebut, dokter spesialis penyakit dalam dr. Rosandi Himawan, Sp. PD, menjelaskan apa itu penyakit gerd melalui postingan Instagramnya @dokter_rosadi.
Sebelum menjelaskan lebih detain dokter Rosadi mengungkapkan, "GERD itu ga bikin orang meninggal ya! Bantu share biar orang-orang lebih paham dan gak ovt ya."
Gerd itu kepanjangan dari 'Gastroesophageal Reflux Disease' ini merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan karena kelemahan katup lambung (LES - Lower Esophageal Sphincter).
Di mana normalnya, LES berfungsi seperti pintu satu arah, saat LES lemah, asam lambungmudah naik ke atas.
Ada dua gekala yang sering dirasakan oleh penderita penyakit gerd: pertama Heartburn, rasa panas atau terbakar di dada dan kedua Regurgitasi, rasa asam atau pahit naik ke mulut.
Dan kedua gejala ini,bisa menyerupai nyeri dada akibat penyakit lain salah satunya sepeti jantung yang kini ramai dikaitkan.
Kenapa Gerd Sering Dikaitkan dengan Jantung?
Dokter Rosandi menjelaskan gerd seeing dikaitkan dengan jantung karena nyeri gerd bisa menyerupai serangan jantung.
Hal ini dilihat dari lokasi nyeri yang mirip, sama-sama terjadi di dada atau ulu hati, bisa disertai mual dan keringat dingin.
Dan penyakit ini bisa disebut dengan nama 'GERD-Like' bukan gerd, tapi kelihatannya seperti gerd biasa.
Kemudian ada tiga komdisi yanh seeing terjadi pada pederita Gerd:
1. Gerd-like: ternyata serangan jantung akut tapi malah dikira asam lambung.
2. Ko-morbid dengan gerd: gerd dan penyakit lain dalam satu orang. Misalnya penyakit jantung dan anxiety, menyebabkan gejala makin berat dan makin tidak khas.
3. Ko-insidensi: ada gerd dan penyakit serius lain yang berdisi sendiri.
Perlu diketahui juga bahwa penyakit anxiety bisa memperparah komdisi penderita gerd, karena hal ini bisa meningkatkan produksi asam lambung, memicu hipersensitivitas nyeri dada dan menyebabkan sesak, berdebar, rasa akan mati.
Akirnya, karena hal tersebut penyakit gerd terasa semakit berat dan gejala jantung makin sulit untuk dideteksi.
Dokter Rosandi mengingatkan bahwa penyakit GERD bukan pembunuh, tapi sering dikambing hitamkan.
Dia menjelaskan bahwa yang berbahaya adalah salah mengira gejala, nyeri dada selalu dikaitkan dengan asam lambung, padahal itu bisa jadi tanda penyakit jantung, paru, atau kondisi seriuslainnya.
"Kalau keluhan dada berat, menjalar, disertai sesak, keringat dingin atau pingsan, jangan anggap cuma GERD! Periksa, edukasi diri," tegas Rosandi.***
Editor : Irma Nurfajri

