Apakah Pemanis Stevia Aman Dikonsumsi? Cek Fakta dan Efek Sampingnya
Ketahui keamanan stevia sebagai pemanis alami tanpa kalori, bentuk terbaiknya, efek samping, batas dosis harian, serta dampaknya bagi kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Stevia merupakan pemanis alami tanpa kalori yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Tingkat kemanisannya yang mencapai 200 kali lipat dibanding gula pasir menjadikannya pilihan populer bagi orang yang ingin menurunkan berat badan atau mengurangi asupan gula harian.
Meskipun sering dianggap sebagai alternatif pemanis yang sehat, tingkat keamanan stevia sangat bergantung pada jenis atau bentuk olahan yang digunakan.
Mengenal Berbagai Bentuk Stevia
Tidak semua produk stevia di pasaran diolah dengan cara yang sama:
Ekstrak Daun Murni: Bentuk olahan paling umum yang telah dimurnikan dan diakui keamanannya oleh lembaga pengawas seperti FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) dan EFSA.
Campuran Komersial: Banyak pemanis stevia kemasan yang dicampur dengan pemanis lain, seperti erythritol, dextrose, atau maltodextrin. Bahan tambahan ini dapat sedikit memengaruhi kadar gula darah atau memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan.
Daun Utuh / Ekstrak Kasar (Green Leaf Stevia): Bentuk alami dari daun stevia yang dikeringkan dan dihaluskan. Jenis ini kurang mendapat sorotan penelitian ilmiah, sehingga belum mengantongi persetujuan regulasi resmi terkait keamanannya.
Keamanan Stevia untuk Kelompok Khusus
Secara umum, ekstrak stevia murni aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang. Namun, beberapa kelompok perlu lebih cermat:
Penderita Diabetes: Ekstrak stevia murni tidak menaikkan kadar gula darah. Namun, perhatikan produk campuran yang mengandung dextrose atau maltodextrin, karena karbohidrat tambahan tersebut tetap bisa memengaruhi kadar glukosa.
Ibu Hamil: Produk stevia berbahan dasar Reb A yang terdaftar resmi tergolong aman digunakan dalam batas wajar. Hindari konsumsi daun stevia utuh atau olahan mentah (crude extract) selama masa kehamilan.
Anak-anak: Anak-anak diperbolehkan mengonsumsi stevia murni, namun asupannya harus dibatasi karena bobot tubuh anak yang lebih kecil membuat mereka lebih mudah mencapai batas dosis harian maksimum.
Berapa Batas Dosis Aman Harian?
Lembaga regulasi pangan menetapkan batas Acceptable Daily Intake (ADI) untuk glikosida steviol sebesar 4 mg per kg berat badan per hari. Sebagai gambaran, seseorang dengan berat badan 60 kg disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 240 mg ekstrak glikosida steviol per hari.
Potensi Efek Samping dan Dampak kesehatan
Jika dikonsumsi secara bijak dan dalam batas wajar, stevia jarang menimbulkan efek samping serius. Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:
Gangguan Pencernaan: Produk campuran stevia yang mengandung gula alkohol (sugar alcohols) seperti eritritol dapat memicu perut kembung atau diare pada individu yang sensitif.
Keseimbangan Bakteri Usus: Beberapa riset menunjukkan bahwa pemanis tanpa kalori dapat memengaruhi keberagaman mikroflora atau bakteri baik di saluran pencernaan.
Interaksi Obat: Karena stevia dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah, penggunaannya bersamaan dengan obat darah tinggi atau obat diabetes perlu dipantau agar tidak menyebabkan hipotensi atau hipoglikemia.
Editor : Firda Rachmawati

