APBD Kota Bogor 2020 Fokus Pada Hal Ini

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2020 diklaim mengedepankan tiga program prioritas, yaitu peningkatan kualitas hidup warga, peningkatan infrastruktur, dan reformasi birokrasi.

APBD Kota Bogor 2020 Fokus Pada Hal Ini
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2020 diklaim mengedepankan tiga program prioritas, yaitu peningkatan kualitas hidup warga, peningkatan infrastruktur, dan reformasi birokrasi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya usai paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (26/11/2019) siang.

"Semua ada dalam tiga program itu. Ada kesehatan serta pendidikan yang masuk program nomor satu. Juga program naturalisasi Ciliwung. Kemudian kajian transportasi trem masuk program infrastruktur. Anggaran besar tetap Dinas PUPR dan Perumkim. Tahun depan penataan Suryakencana (Surken) dan kawasan Stasiun Bogor terus berlanjut. Banprov diarahkan ke Surken, kemudian naturalisasi Ciliwung," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, Pemkot Bogor akan langsung menggelar ekspose APBD 2020 ke publik sehingga warga bisa melihat dan membuka semua anggarannya. Ekspose dilakukan setelah mendapat evaluasi Gubernur Jabar.

"Jadi bisa live, online, dan media juga komunitas bisa membedahnya. Tujuannya agar bisa dikawal bersama-sama. Untuk anggaran PBI BPJS akan disesuaikan di APBD Perubahan 2020," tambahnya.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, melalui proses pembahasan yang cukup panjang selama satu bulan, Pemkot dan DPRD Kota Bogor menyepakati APBD tahun anggaran 2020 senilai Rp2,5 miliar, dengan dana perimbangan Rp1,25 miliar dan dana pendapatan daerah Rp1,3 miliar. 

"Nah itu ada beberapa hal krusial. Kami ingin memastikan dana untuk sektor pendidikan itu minimal 20 persen dan disepakati di angka 21 persen. Kemudian dana kesehatan itu 10 persen dan sudah memenuhi," ungkapnya.

Atang melanjutkan, beberapa hal yang penting adalah terkait alokasi pembayaran bantuan iuran BPJS Kesehatan kepada masyarakat miskin di Kota Bogor. Serta pembangunan infrastruktur, misalnya persiapan pembangunan jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang mandeg. Ada juga pembebasan lahan R3 seksi 3 dan persiapan pembangunan yang dialokasikan Pemprov Jabar. 

"Ada Alun-alun Kota Bogor dan revitalisasi bidang kesehatan serta kebersihan lingkungan. Lalu angkutan sampah melalui kendaraan motor sampah (mosam)," jelasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : DeryFG