Api di Kasepuhan Adat Ciptamulya Padam, Pemprov Jabar Siapkan Rekonstruksi 51 Rumah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat memastikan kobaran api yang melanda Kasepuhan Adat Ciptamulya.

Api di Kasepuhan Adat Ciptamulya Padam, Pemprov Jabar Siapkan Rekonstruksi 51 Rumah
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat memastikan kobaran api yang melanda Kasepuhan Adat Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, telah padam sepenuhnya.

Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Sukabumi, proses pemadaman telah selesai dan kini penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

"Tidak ada lagi api. Saat ini kami bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi fokus melakukan penanganan terhadap warga terdampak," kata Hadi saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (26/7/2026).

Menurut Hadi, kebakaran tersebut berdampak kepada 163 jiwa yang berasal dari 52 kepala keluarga (KK). BPBD Jawa Barat juga telah mengirimkan tim beserta bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

"Kita juga kirim tim ke sana, distribusi bantuan logistik. Sembako dan air mineral, kebutuhan makan minum keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merekonstruksi seluruh rumah yang hangus terbakar.

"Dan saya sudah telepon Abah Asep dan saya sudah menyampaikan 51 rumah yang terbakar itu akan segera kembali dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Dedi melalui akun media sosialnya.

Dedi menilai Kasepuhan Adat Ciptamulya bukan sekadar kawasan permukiman, melainkan salah satu warisan budaya Sunda yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang harus dijaga.

"Karena itu merupakan kekayaan budaya yang kita miliki dan mereka adalah masyarakat adat yang selama ini mandiri, mampu membangun kehidupan yang rukun dan bersuasana damai," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat terdampak agar tetap tenang dan tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, pemerintah akan segera bergerak melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali kawasan yang terbakar.

"Semoga Abah dan seluruh warga tetap tenang, nanti dalam waktu tidak terlama kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya. Haturnuhun, salam untuk semuanya," ucap Dedi.

Kebakaran melanda Kasepuhan Adat Ciptamulya pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kobaran api dengan cepat menjalar hingga menghanguskan 51 rumah warga, termasuk bangunan adat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat setempat.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara pemerintah bersama BPBD terus melakukan pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak.***


Editor : JakaPermana