API JNE 99% Akurat
Di era digital saat ini, kinerja perusahaan logistik dihitung berdasarkan sistem teknologi informasi yang dimiliki. Untuk itu, setiap e-commerce platform memperhitungkan application programming interface (API) yang dimiliki perusahan logistik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Di era digital saat ini, kinerja perusahaan logistik dihitung berdasarkan sistem teknologi informasi yang dimiliki. Untuk itu, setiap e-commerce platform memperhitungkan application programming interface (API) yang dimiliki perusahan logistik.
Sebagai pemimpin pasar perusahaan logistik, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memahami benar fungsi API yang memungkinkan programmer untuk menggunakan fungsi standar untuk berinteraksi dengan sistem operasi lain. VP of Information and Communications Technology (ICT) JNE Arief Rahardjo mengatakan, sejak bergabung di JNE dia terus melakukan berbagai terobosan proses pengolahan data secara autonomous.
“Inovasi ini dilakukan agar seluruh proses dalam pengiriman ratusan ribu hingga jutaan paket per hari dapat termonitor dan terdata secara akurat dalam hitungan jam,” kata Arief, Selasa (17/3/2020).
Menurutnya, langkah pengembangan tersebut memungkinkan penyediaan data dilakukan secara real time. Selain itu, sebagai salah satu pilar dalam e-commerce business JNE berada di tengah-tengah antara e-commerce plaform, teknologi keuangan, serta penjual dan pembeli. Pertukaran data dari JNE dengan platform milik semua mitra secara cepat dan akurat adalah sebuah keharusan.
Dalam sebuah aplikasi itu diakuinya banyak pertukaran data sehingga perlu sistem informasi yang solid dengan teknologi dan infrastruktur yang tepat serta aman. Seperti halnya dalam fitur pelacakan paket, yang kini dapat diakses secara bersamaan dari berbagai channel agar transparan kepada semua pihak.
“JNE adalah pelopor pelacakan paket secara online. Begitu juga dalam menghubungkan seller dan buyer di tiap transaksi online. Beberapa e-commerce platform telah mengukur kinerja API JNE. Hasilnya, pada 2019 lalu JNE dinilai berhasil mencapai angka di atas 99%. Di sinilah peranan IT dalam mengembangkan JNE dari perusahaan tradisional menjadi perusahaan berbasis teknologi,” jelasnya.
Arief menegaskan, perbaikan dan inovasi secara terus menerus dan berkesinambungan oleh JNE merupakan langkah yang harus dilakukan. Hal tersebut karena Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas dengan berbagai tantangan dalam sektor logistik dan distribusi barang. Begitu juga perkembangan kebutuhan pelanggan yang makin beragam di era digital.
“Tahun 2020 adalah tahun ke-30 JNE beroperasi untuk menghubungkan kebahagiaan dengan 7.000 lebih jaringan di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, dan dari pulau Miangas sampai pulau Rote. JNE harus terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi semua pihak terkait sesuai tagline Connecting Happiness,” sebutnya.
Berdasarkan upaya maksimal dalam melakukan inovasi digital itu iCIO Community yakni perkumpulan Chief Information Officer (CIO) dan eksekutif senior di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) organisasi di Indonesia memberikan penghargaan iCIO Awards 2020 kepada JNE. COO & Co-Founder CTI Group Rachmat Gunawan menyerahkan penghargaan The Most Intelligent CIO kepada VP of ICT JNE Arief Rahardjo.
Rachmat menegaskan, penghargaan itu digelar untuk memberikan penghargaan kepada para CIO dan staf senior TI yang terbukti mampu menghadirkan value terbaik TIK untuk meningkatkan kinerja dan mendorong pertumbuhan perusahaan.
“Arief Rahardjo ini merupakan seseorang yang telah berkecimpung lebih dari 20 tahun di bidang IT. Arief yang merupakan lulusan Universitas Binus jurusan Manajemen Informatika tahun 1995 ini telah berpengalaman di banyak perusahaan untuk menangani sektor IT,” ujar Rachmat.
Di bagian lain, VP of Marketing JNE Eri Palgunadi menjelaskan terkait kiriman dan tata laksana pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) yang dilaksanakan pihaknya. Dia menuturkan, seperti diketahui Indonesia saat ini sedang berjuang mengantisipasi penyebaran Covid-19. Hal itu diakuinya menjadi tantangan pula bagi JNE di tengah komitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.
“Proses pengiriman paket saat ini tetap berjalan normal. Selain melakukan proses pengawasan suhu tubuh seluruh karyawan, kita pun menyediakan masker, sarung tangan, cairan pencuci tangan steril, dan tempat mencuci tangan dengan air mengalir di seluruh fasilitas JNE. Plus, proses sterilisasi seluruh area kerja dan fasilitas JNE dengan menggunakan cairan disinfektan,” jelas Eri. (dnr)
Editor : Doni Ramdhani


