Aplikasi Sahabat Kurangi Peran Calo

Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Pemkot Bogor meluncurkan Sistem Aplikasi Hibah Bansos Tepadu (Sahabat) di Gedung PPIB, Kecamatan Bogor Timur, Senin (25/2/2019). Melalui Sahabat, mas

Aplikasi Sahabat Kurangi Peran Calo
INILAH, Bogor – Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Pemkot Bogor meluncurkan Sistem Aplikasi Hibah Bansos Tepadu (Sahabat) di Gedung PPIB, Kecamatan Bogor Timur, Senin (25/2/2019). Melalui Sahabat, masyarakat bisa mengirim proposal hibah bansos dan memonitor status proposalnya, bahkan berpartisipasi memonitor hibah bansos yang disetujui Pemkot Bogor.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, hibah bansos bertujuan baik, sehingga proses dan hasilnya harus baik. Karena itu, aplikasi Sahabat hadir sebagai salah satu proses smart city dengan memastikan target tepat sasaran.
 
"Dengan Sahabat, sistem sosialisasinya lebih kencang, sistem verifikasi lebih detail mencegah bantuan tidak tepat sasaran, juga memudahkan Pemkot memeriksa data. Jadi mengurangi peran calo disini. Semua transfer non tunai terukur dan transparan," kata Bima.
 
Bima mengatakan, masyarakat dapat memberikan masukan dan saran terkait jalannya hibah bansos. Nanti ada sosialisasi ke RT, RW, hingga kelurahan, terkait teknis pengisian persyaratan Sahabat.
 
Kepala Bagian (Kabag) Adkesra Kota Bogor Iman mengatakan, launching Sahabat dibarengi kegiatan sosialisasi pelaksanaan hibah dan bansos terhadap LPM, RT dan RW. Hal ini agar warga Kota Bogor yang belum mengetahui dan memahami proses pemberian hibah bansos yang benar, bisa memahami dan mengerti prosedurnya. 
 
"Selama ini kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dalam hal pemberian hibah dan bansos. Apalagi saat ini Kota Bogor telah memiliki sistem hibah dan bansos online yang bernama Sahabat atau Sistem Administrasi Hibah Bansos Terpadu. Sehingga seluruh proses hibah bansos dapat dipantau secara realtime dan transparan," ungkap Iman.
 
Iman melanjutkan, pelaksanaan sosialisasi hibah dan bansos kepada LPM dilakukan tiga hari di gedung PPIB. Setiap harinya dua LPM di wilayah kecamatan akan mengikuti sosialisasi sehingga setiap harinya ada 150 peserta.
 
"Aplikasi sahabat untuk mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat Kota Bogor. Dengan tujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Bogor, memberikan pelayanan yang maksimal, cepat, mudah, tepat sasaran, dan tepat guna. Menciptakan pemerintah yang bersih dan transparan, memberi keadilan sesuai database yang dibuat," bebernya.
 
Iman menegaskan, manfaat dari aplikasi tersebut, terpola dan terstrukturnya perencanaan hibah dan bansos tiap tahun per anggaran. Tidak terjadinya tumpang tindih permohonan, sahabat meliputi sistem pengaduan, sistem pencairan, dan sistem pelaporan. Masyarakat bisa melacak proposal pengajuan juga pencairannya, masyarakat bisa mendapatkan pemberitahuan ketika proposal pengajuan dan pencairan terdapat kekurangan administrasi. 
 
"Sahabat berisikan konten lain seperti peraturan-peraturan tentang hibah dan bansos, format proposal, dan format-format lainnya berkaitan dengan permohonan persyaratan hibah bansos dan video tentang alur prosedur persyaratan hibah dan bansos. Pengembangan aplikasi sahabat ini kedepan, akan terintegrasi dengan simrar serta sipatuh yang ada di dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil. Kedepannya menciptakan layanan bersahabat bagi masyarakat, dokumentasi aksi yang sudah dilakukan pemerintah dalam pemberian bantuan hibah dan bansos," jelasnya.


Editor : inilahkoran