Apresiasi untuk Mereka yang Bersedia Divaksin
Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Jutaan orang terinfeksi. Bahkan, tercatat ratusan ribu jiwa meninggal dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Jutaan orang terinfeksi. Bahkan, tercatat ratusan ribu jiwa meninggal dunia terenggut virus corona.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, di awal Oktober 2021 kasus positif Covid-19 yang ada di Indonesia secara keseluruhan terdapat sebanyak 4.220.206.
Sementara kasus kematian di Tanah Air sebanyak 142.261 jiwa. Sedangkan total kasus sembuh ada sebanyak 4.046.891 orang.
Tercatat total kasus aktif di seluruh Indonesia tersisa 31.054 kasus setelah turun sebanyak 1.822 kasus.
Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengatasi pandemi. Pemerintah Indonesia banyak melakukan cara, termasuk memutuskan untuk memberikan vaksin kepada masyarakatnya.
Baca Juga: Di Tiga Kota di Jawa Barat Ini, Vaksinasi Sudah Melampui 80 Persen
Meski banyak yang menentang, program vaksinasi Covid-19 terus berjalan demi mencapai herd immunity. Di Kota Bandung misalnya, sampai saat ini vaksinasi terus digenjot.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah bersedia ikut vaksinasi Covid-19. Sehingga turut berperan dalam mengejar cakupan target vaksinasi guna membentuk kekebalan kelompok di Kota Bandung.
Terlebih, kata Yana, saat ini pemberian vaksin Moderna juga sudah mulai diberikan kepada masyarakat umum di Kota Bandung.
Sebelumnya, pemberian vaksin moderna di Kota Bandung sudah diberikan kepada 21.712 orang tenaga kesehatan (nakes).
"Untuk nakes, (jumlah yang tervaksin) sudah tinggi. Sekarang ini Moderna ada di RSUD, RSKIA, RS Al-Islam dan RSHS. Rata-rata mereka masing-masing dapat seribu," katanya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Gandeng Eiger dan Korem 061, JQR Kejar Target Vaksinasi 37 Juta Warga
Yana mengatakan, vaksinasi Moderna ini sangat tepat dilakukan di rumah sakit. Sebab memerlukan penjelasan lebih rinci dan tepat.
"Moderna ini kejadian pascaimunnya berbeda. Jika Sinovac atau Sinopham virus yang dimatikan cenderung tidak ada efek setelah vaksin. Tapi kalau Moderna, itu virus yang dilemahkan jadi lebih cepat bereaksi. Itu yang harus hati-hati dijelaskan," lanjut Yana.
Yana menuturkan, percepatan vaksinasi di Kota Bandung didukung kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat. Sehingga, capaian vaknisasi di Kota Bandung terbilang sangat tinggi.
Hingga akhir September sudah melampaui 85 persen untuk dosis pertama dan dosis kedua di atas 57 persen.
Baca Juga: Alhamdulillah, Vaksinasi Covid-19 lansia di Karawang Mencapai Target
"Saya kira percepatannya luar biasa, selama vaksinnya ada. Karena Bandung vaksinatornya banyak dan fasilitas yang dipakai juga banyak bisa di sekolah, kampus, rumah sakit, tempat terbuka, di instansi juga," ujarnya.
Selain soal vaksinasi, Yana tetap mengimbau masyarakat Kota Bandung untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) 5M.
Prokes 5M tersebut yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Ujungberung Mulyadi mengungkapkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Namun, untuk pemberian vaksin Moderna ini diutamakan bagi masyarakat yang sama sekali belum pernah menerima vaksin.
"Pendaftaran lewat aplikasi yang diumumkan melalui Instagram RSUD. Ternyata, kuota 500 yang daftar 1.000," kata Mulyadi.
Baca Juga: Agar Turun ke PPKM Level 2, Kabupaten Cirebon Butuh Percepatan Vaksinasi
Melihat antusiasme masyarakat ini, Mulyadi berharap pihaknya bisa mendapat tambahan kuota vaksin.
Sehingga target cakupan vaksinasi di Kota Bandung bisa segera tercapai guna mempercepat pembentukan kekebalan kelompok.
"Alhamdulillah kesadaran masyarakat untuk divaksin lebih besar sekarang. Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir karena partisipasi masyarakat," katanya.
Salah seorang warga Kota Bandung, Asep Mulya termasuk yang sudah menerima vaksin Covid-19. Namun bukan Moderna yang dimasukkan ke tubuhnya, melainkan Sinovac.
Baca Juga: Demi Level PPKM Turun, Garut Kebut Vaksinasi Covid-19
Meski begitu ia bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas prigram vaksinasi yang berjalan. Setidaknya, kata Asep, dengan begitu masyarakat memiliki tameng agar bisa menjauh dari Covid-19.
"Alhamdulillah saya dan keluarga sejauh ini belum terinfeksi Corona, dan mudah-mudahan saja tidak ya. Apalagi setelah divaksin," kata Asep.
Ia berharap masyarakat di Kota Bandung pada khususnya, bersedia divaksin. Semua itu, ujar Asep, demi kepentingan bersama sehingga kehidupan bisa berjalan normal kembali.
"Tapi tentu saja setelah divaksin, menjalankan prokes 5M harus kita lakukan. Gaya hidup bersih dan sehat harus kita jalankan," tandas Asep.***(ahmad sayuti)
Editor : inilahkoran

