Armada GrabElectric Dioperasikan untuk Jaga Kelestarian Lingkungan
Director Strategy & Special Project Grab Indonesia Rivana Mezaya mengatakan, sejauh ini langkah yang dilakukan yakni mengoperasikan armada transportasi yang menghasilkan emisi rendah. Armada GrabBike Electric yang saat ini sudah beroperasi dan tersebar di 8 provinsi Indonesia sebagai bentuk mengurangi emisi karbon dan turut menjaga kelestarian lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat berbagai upaya yang dilakukan guna menjaga dan memperbaiki bumi.
Director Strategy & Special Project Grab Indonesia Rivana Mezaya mengatakan, sejauh ini langkah yang dilakukan yakni mengoperasikan armada transportasi yang menghasilkan emisi rendah. Armada GrabBike Electric yang saat ini sudah beroperasi dan tersebar di 8 provinsi Indonesia sebagai bentuk mengurangi emisi karbon dan turut menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, mobilisasi jadi salah satu kegiatan utama bagi masyarakat. Jika membutuhkan transportasi pribadi, salah satu cara terbaik untuk ikut berkontribusi pada lingkungan yakni dengan menggunakan transportasi yang menghasilkan emisi rendah seperti kendaraan listrik.
“Pemerintah Indonesia sendiri juga memiliki agenda untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik tanah air dan baru-baru ini memberikan bantuan subsidi untuk pembelian KBLBB (kendaraan bermotor listrik berbasis baterai),” kata Rivana, Selasa 6 Juni 2023.
Dia menuturkan, saat ini berbagai produsen/manufaktur lokal dan internasional mengeluarkan lini kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat. Namun, beberapa layanan transportasi juga telah menggunakan armada kendaraan listrik seperti Grab Indonesia.
Pionir penggunaan kendaraan listrik sejak 2019, GrabElectric jadi operator kendaraan listrik terbesar di industri ride hailing dengan jumlah armada mencapai 8.500 unit. Armada mobil GrabElectric dapat ditemukan di bandar udara Soekarno-Hatta di Banten dan I Gusti Ngurah Rai di Bali, sementara armada motor GrabElectric tersebar di 8 provinsi Indonesia.
“Pengguna Grab juga dapat memanfaatkan layanan ini untuk pemesanan transportasi maupun pengantaran makanan dan paket,” imbuhnya.
Selain hal itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi 32% emisi karbon pada 2030. Guna terlibat aktif, dia menyebutkan masyarakat luas pun bisa melakukan sejumlah hal sederhana untuk ikut berkontribusi pada kelestarian lingkungan.
Sejumlah aksi sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi jejak karbon dalam kehidupan sehari-hari antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Contoh paling sederhana yaitu dengan membawa botol minum yang dapat diisi ulang, menggunakan tas belanja sendiri, serta menghindari penggunaan sedotan plastik.
Di rumah pun masyarakat diharapkan memiliki sikap hemat pemanfaatan energi untuk utilitas sehari-hari. Sikap memberikan proses daur ulang dan memperpanjang waktu penggunaan barang pun bisa diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.
Idealnya, masyarakat dapat mempraktikkan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya apakah organik atau anorganik. Jika fasilitas pemilahan sampah umum belum tersedia, saat ini terdapat beberapa layanan yang menawarkan pengelolaan sampah.***
Editor : Doni Ramdhani

