INILAHKORAN, Bandung-Arul Hadiah Terbaik, Film Kisah anak berhadapan dengan Hukum Karya Polres Tasikmalaya di Luncurkan di Soreang
INILAHKORAN- Polres Tasikmalaya bersama para sineas setempat berhasil membuat sebuah film berjudul Arul Hadiah Terbaik, yang mengkisahkan kehidupan seorang anak berhadapan dengan hukum. Arul adalah tokoh asli yang terpaksa melanggar hukum karena kemiskinan yang menghimpit keluarganya.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, mengatakan, Arul adalah salah satu anak yang berhadapan dengan hukum yang ditangani oleh Polres Tasikmalaya. Rimsyahtono merasa iba kepada Arul dan dijadikan anak angkat.
Baca Juga: Soal Video VIral Kekerasan Pada Anak, Polisi Gerak Cepat Bentuk Tim Khusus
"Saat itu Arul mau pergi ke sekolah, kemudian saya angkat sebagai anak asuh. Ini saya umumkan sat apel hari Senin. Kemudian oleh kawan-kawan wartawan diberitakan sebagai ajudan termuda di Indonesia dan viral," kata Rimsyahtono usai peluncuran dan pemutaran film Arul Hadiah Terbaik di Gedung Budaya Sabilulungan di Soreang, Selasa 28 Juni 2022.
Kemudian, kata Rimsyahtono, kisah Arul ini menarik perhatian para sineas di Tasikmalaya. Dan bekerjasama dengan Polres Tasikmalaya untuk mengangkat kisah hidupnya ini menjadi sebuah film. Film yang menceritakan kehidupan Arul yang melakukan pelanggaran hukum karena terlilit kemiskinan itu, diproduksi selama tig bulan. Para pemain dari film diperankan oleh talent lokal dan Arul sendiri sebagai tokoh utama dari cerita tersebut.
"Cuma ibu dan bapaknya Arul yang bukan asli. Tapi diperankan oleh talent lokal, soalnya kalau asli sama ibu bapaknya mereka enggak kuat sedih soalnya," ujarnya.
Perlakuan humanis Polres Tasikmalayan dalam menangani anak yang berhadapan dengan hukum, dan didokumentasikan dengan apik dalam sebuah film ini, mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Termasuk dari staf khusus Presiden Jokowidodo, Erlinda yang jug hadir menyaksikan peluncuran film Arul Hadiah Terbaik di Gedung Budaya Sabilulungan di Soreang itu.
"Saya sangat mengapresiasi dengan langkah penanganan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum oleh Porles Tasikmalaya ini. Sangat menginspirasi kita semua. Saya berkeinginan film ini tak hanya diputar ditingkat nasional saja, tapi kisah film ini harus bisa diperlihatkan dipanggung internasional," katanya. (rd dani r nugraha).***