Aryna Sabalenka Buka-bukaan soal Hantu yang Membayanginya di Wimbledon
Aryna Sabalenka buka-bukaan soal ketegangan yang dia hadapi saat menghadapi Marie Bouzkova di babak kedua Wimbledon 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, London – Aryna Sabalenka buka-bukaan soal ketegangan yang dia hadapi saat menghadapi Marie Bouzkova di babak kedua Wimbledon 2025.
Aryna Sabalenka hanya berjarak dua poin dari kekalahan set pembuka lawan Marie Bouzkova. Dan, itu terjadi sampai tiga kali.
Pada akhirnya, Aryna Sabalenka bangkit untuk meraih kemenangan 7-6 (4), 6-4 atas Marie Bouzkova di Center Court Wimbledon, Rabu 2 Juli 2025 itu.
Ketegangan soal apa? Hantu tumbangnya para pemain unggulan. Itulah yang terjadi di Wimbledon 2025.
Empat dari 10 unggulan wanita teratas gagal lolos dari putaran pertama Wimbledon 2025: Coco Gauff (2), Jessica Pegula (3), Zheng Qinwen (5), dan Paula Badosa (9).
Secara keseluruhan, 23 pemain unggulan tumbang, terdiri dari 10 petenis putri dan 13 putra hingga hari kedua. Itu menyamai jumlah terbanyak di ajang grand slam mana pun dalam 25 tahun terakhir.
“Tentu saja Anda akan mengetahui gambaran keseluruhannya. Saya harap tidak ada lagi kejutan di turnamen ini,” kata Sabalenka yang menempati peringkat 1 setelahnya sambil tertawa kecil.
“Anda tahu apa yang saya maksud,” tambahnya.
Aryna Sabalenka adalah juara grand slam tiga kali. Semua gelar tersebut diraihnya di lapangan keras seperti Australia Terbuka atau AS Terbuka.
Dia juga menjadi runner-up setelah Gauff di lapangan tanah liat Prancis Terbuka bulan lalu. Tetapi Aryna Sabalenka belum pernah melewati semifinal di lapangan rumput All England Club.
Setahun yang lalu, Aryna Sabalenka terpaksa absen di Wimbledon karena cedera bahu.
Pada babak kedua ini, suhu panas yang memecahkan rekor selama dua hari pertama berganti menjadi hujan yang menunda dimulainya permainan di lapangan sekitar dua jam, bersama dengan suhu yang turun dari di atas 90 derajat Fahrenheit (32 Celsius) menjadi di bawah 68 F (20 C).
Di Centre Court, Bouzkova yang berada di peringkat ke-48 unggul 6-5 di set pertama dengan service break berkat kesalahan ganda Aryna Sabalenka.
Bouzkova melakukan servis untuk set tersebut dan tertinggal dua poin darinya pada kedudukan 30-15 dalam permainan itu. Lalu, lagi-lagi pada kedudukan 30-30, lalu sekali lagi pada kedudukan deuce.
Namun pada kesempatan terakhir, Aryna Sabalenka berhasil melakukan pukulan forehand volley winner yang diakhiri dengan teriakan, diikuti oleh pukulan backhand winner down-the-line yang diiringi dengan teriakan lainnya.
“Itu adalah momen yang sulit,” kata Sabalenka, yang selanjutnya akan menghadapi juara AS Terbuka 2021 Emma Raducanu atau juara Wimbledon 2023 Marketa Vondrousova.
“Sampai saat itu, pengembalian (saya) tidak cukup hebat untuk mematahkan servisnya. Saya sangat senang. Semuanya berjalan lancar dan saya mampu mematahkan servisnya. Saya merasa sedikit lebih baik,” tambahnya.
Hal itu membuat mereka harus melakukan tiebreaker. Dan dari kedudukan 4-4, Sabalenka mengambil tiga poin berikutnya, mengakhiri set tersebut dengan pukulan forehand yang kuat dari servis kedua.
Pada set kedua, satu-satunya break terjadi untuk keunggulan 3-2 bagi Sabalenka. Dia kemudian menutup perlawanan Bouzkova. (*)
Editor : Zulfirman

