Aset CIMB Niaga Syariah Naik 57,3 Persen

Pada kuartal I 2019 ini, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) mencatatkan kinerja positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), laba sebelum pajak, dan aset yang dikuasai.

Aset CIMB Niaga Syariah Naik 57,3 Persen
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Pada kuartal I 2019 ini, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) mencatatkan kinerja positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), laba sebelum pajak, dan aset yang dikuasai.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengklaim, catatan positif itu menempatkan pihaknya sebagai bank syariah terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Dia menyebutkan, konsistensi itu tak lepas dari strategi yang dijalankan selama ini. 

“Kami bersyukur, pencapaian tersebut berkontribusi pada peningkatan aset menjadi Rp35,15 triliun, naik signifikan sebesar 57,3% (yoy). Kami meyakini, dengan dukungan penuh bank induk dan regulasi yang kondusif dari pemerintah, kami bisa menjadi kontributor perkembangan industri syariah di Tanah Air,” kata Pandji pada Diskusi Bersama CIMB Niaga di Bandung, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, kinerja positif itu merupakan hasil dari penerapan dual banking leverage model (DBLM). Kebijakan internal itu memaksimalkan berbagai keunggulan yang dimiliki bank induk, mulai dari jaringan layanan, produk, hingga keahlian. 

Per 31 Maret lalu, dia menrinci pembiayaan meningkat sebesar 61,1% (yoy) menjadi Rp28,04 triliun. Hasil ini antara lain dikontribusikan pembiayaan syariah untuk proyek-proyek berskala besar di bidang infrastruktur yang sedang dikembangkan pemerintah dan pembiayaan perumahan atau KPR iB.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), CIMB Niaga Syariah berhasil tumbuh 51,0% (yoy) menjadi Rp26,52 triliun. Dengan raihan tersebut, CIMB Niaga Syariah mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp236,52 miliar atau naik 54,1% dari periode yang sama tahun lalu.

Terkait strategi ke depan, Pandji menegaskan akan terus melakukan inovasi baik pada produk dan layanan agar menjadi pilihan masyarakat dari berbagai segmen. Dari sisi produk misalnya, UUS bank buku IV ini memiliki produk yang lengkap baik pada segmen konsumer maupun korporasi. 

Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, pertumbuhan yang dicatatkan itu menjadi bukti bahwa di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang itu pelaku usaha yang menerapkan strategi bisnis dengan tepat, tetap mampu meraih hasil yang positif. 

 “Setelah lima tahun terakhir pemerintah berfokus pada upaya penyediaan infrastructure hardware, maka saat ini pasar dan pelaku bisnis berharap akan diluncurkannya upgrade dalam infrastructure software di lima tahun berikutnya. Khususnya pada tiga sasaran yaitu perbaikan iklim usaha, mobilisasi tabungan dalam negeri, dan re-industrialisasi sektor manufaktur Indonesia,” ujar Adrian. 

Senada dengan itu, Regional Head Jabar CIMB Niaga Andiko Manik menyebutkan di wilayahnya pada 2018 lalu sisi funding tumbuh 6%. Pun demikian dengan sisi financing yang tumbuh 19%. Selain itu, catatan positif terlihat dari giro yang tumbuh 18% yang berdampak pada CASA Ratio tumbuh sebesar 56%.


Editor : Doni Ramdhani